Buka MPLS SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Kadin Dikbud Purworejo Tegaskan Anti-Perundungan

oleh
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., saat membuka kegiatan MPLS di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPE Sawunggalih Kutoarjo resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi ratusan siswa baru pada Senin (13/07/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M.

Dalam gelaran tahun ini, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menorehkan catatan luar biasa dengan menjaring animo pendaftar yang sangat tinggi. Tercatat sebanyak 782 calon siswa mendaftar ke sekolah ini.

Namun, demi mempertahankan ekosistem pendidikan yang bermutu dan mengedepankan kualitas di atas kuantitas, pihak sekolah membatasi kuota dan hanya menerima 576 murid baru, sehingga terpaksa menolak sekitar 200 an pendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi tata kelola sekolah tersebut.

Menurutnya, langkah pembatasan ini merupakan wujud tanggung jawab moral yang luar biasa dalam menjaga mutu pendidikan daerah.

Dia menyebut, untuk jajaran SMK yang diselenggarakan oleh masyarakat, ini sudah termasuk yang terbanyak. Pihaknya sangat mengapresiasi SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo yang benar-benar memperhatikan kualitas.

“Pihak sekolah tidak semata-mata menambah kuota demi memanfaatkan potensi tingginya peminat, melainkan tetap berkomitmen mempertahankan ekosistem pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik,” ujar Yudhie saat memberikan keterangan saat membuka kegiatan MPLS.

Selain menyoroti daya tampung, Yudhie juga memuji pelaksanaan Deklarasi Komitmen Bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman. Deklarasi tersebut mencakup komitmen tegas anti-narkoba, anti-tawuran, dan anti-perundungan (bullying) yang didukung penuh oleh jajaran Polsek dan Koramil setempat.

“Langkah ini selaras dengan program pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sinergi antara sekolah, TNI, Polri, dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata Yudhie.

Dia berharap lulusan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo mampu menjadi SDM yang berdaya saing, siap mengisi lapangan kerja, atau bahkan menciptakan lapangan kerja mandiri guna membantu menekan angka kemiskinan ekstrem di Purworejo.

Sementara itu, Ketua Panitia MPLS SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Wahyuni, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS tahun ini mengangkat tema “Sekolah Ramah, Belajar Seru, dan Berkarakter Kuat”. Tema ini diusung untuk memperkuat brandingsekolah sebagai ‘Sekolah Hebat Berkarakter Kuat’.

“Sesuai arahan Kementerian, MPLS tahun ini dikemas secara lebih ramah dan menyenangkan bagi anak-anak. Sebanyak 576 siswa baru yang terbagi ke dalam 6 konsentrasi keahlian mengikuti kegiatan ini dengan jadwal yang disamakan seperti jam pembelajaran reguler, yakni dimulai pukul 06.45 WIB hingga 15.15 WIB,” jelas Wahyuni.

Ia memaparkan, ke-6 konsentrasi keahlian tersebut meliputi Akuntansi Keuangan Lembaga, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, Bisnis Digital, Desain Produksi Busana, Teknik Komputer Jaringan, dan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Jurusan TSM kembali menjadi primadona dengan animo pendaftar tertinggi, bahkan telah menutup gerbang pendaftarannya lebih awal sebelum PPDB sekolah negeri dibuka.

Guna memberikan pembekalan yang komprehensif, panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari luar institusi, di antaranya dari Polres Purworejo untuk materi umum, Satlantas Polres Purworejo untuk edukasi keselamatan berkendara (safety riding), pegiat media, hingga perwakilan dari BKKBN.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap para siswa baru dapat memahami budaya positif sekolah serta meyakini bahwa SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo adalah ruang kembang yang tepat untuk mengeksplorasi minat, bakat, dan karakter unggul mereka,” pungkas Wahyuni. (Jon)