KORANJURI.COM – Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMK Kesehatan Purworejo tahun ajaran 2026/2027 resmi berakhir pada Sabtu (18/07/2026).
Penutupan kegiatan yang berlangsung selama enam hari sejak 13 Juli ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Hal itu ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh kepala sekolah kepada perwakilan peserta.
Ketua Panitia MPLS SMK Kesehatan Purworejo, Fauziah Rahmawati, M.Pd., mengungkapkan bahwa hari terakhir MPLS sengaja didedikasikan sebagai ruang ekspresi bagi para siswa baru melalui pentas seni (pensi) berkelompok.
“Tujuannya supaya anak-anak meluapkan bakat mereka masing-masing. Ada yang menari, drama, hingga yel-yel kreatif. Total ada 12 kelompok siswa baru yang semuanya tampil unjuk gigi,” ujar Fauziah pada Sabtu (18/07/2026).
Pihak panitia juga memberikan penghargaan untuk mengapresiasi semangat para peserta. Kategori kelompok terheboh, pensi terbaik, dan yel-yel terbaik berhasil dibawa pulang oleh kelompok yang tampil paling memukau.
Selain itu, penghargaan individu juga diberikan kepada Rosyid Oka Alamsyah (alumni SMPN 19) sebagai Siswa Terdisiplin dan Heni Wijiastuti (alumni SMPN 8) sebagai Siswa Teraktif.
Fauziah menambahkan, selama sepekan mengikuti kegiatan, para siswa menunjukkan keaktifan yang luar biasa. Terutama saat sesi pembukaan di Alun-alun Purworejo serta saat demo ekstrakurikuler dan organisasi yang memicu antusiasme tinggi pendaftar baru.
“Harapan kami, anak-anak kini lebih paham budaya di SMK Kesehatan Purworejo. Semoga minggu depan saat pembelajaran dimulai, mereka sudah siap beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik,” imbuhnya
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd. Ia bersyukur seluruh agenda tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat kekompakan pengurus OSIS, guru, hingga tenaga kependidikan (tendik).
Uniknya, kesuksesan MPLS kali ini tidak lepas dari pelibatan para orang tua murid yang sebelumnya juga ikut diberikan pembekalan oleh pihak sekolah.
“Kami juga me-MPLS-kan para orang tua. Tujuannya agar terjadi sinergi dan kekompakan antara orang tua, anak, dan sekolah. Jadi, jika ada tantangan selama tiga tahun ke depan, kita bisa menyelesaikannya bersama-sama,” jelas Nuryadin.
Nuryadin menegaskan, pemahaman yang matang mengenai visi, misi, dan program sekolah sejak dini akan membuat siswa kelas X menjalani masa studinya dengan sepenuh hati.
“Target akhirnya, lulusan SMK Kesehatan Purworejo benar-benar siap kerja, siap kuliah, atau siap bekerja sambil kuliah,” tegasnya.
Kesan positif mendalam dirasakan oleh salah satu peserta MPLS, Devani Arisyah Putri. Alumni MTs Negeri 1 Purworejo yang tinggal di Gintungan ini mengaku sangat senang karena menemukan banyak hal baru yang seru dan belum pernah ia dapatkan di jenjang sebelumnya.
Anak dari seorang buruh bangunan dan ibu rumah tangga ini mantap memilih Jurusan Farmasi atas keinginan sendiri setelah mencari informasi secara mandiri melalui internet.
“Teman-temannya seru dan kakak-kakak kelasnya asyik. Saya memilih Jurusan Farmasi karena memang ingin belajar banyak tentang obat-obatan. Cita-cita saya ingin menjadi apoteker dan lanjut kuliah nanti,” tutur Devani dengan penuh optimisme.(Jon)





