KORANJURI.COM – SMK Pancasila 1 Kutoarjo (SMK Pansa) bersiap melakukan lompatan besar dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Tahun ini, sekolah swasta terkemuka di Kabupaten Purworejo tersebut sukses mendapatkan kucuran bantuan program Revitalisasi Tahun 2026 dari pemerintah pusat dengan nilai fantastis, mencapai Rp1.857.000.000.
Informasi penting mengenai masa depan sekolah ini dipaparkan langsung oleh Kepala SMK Pansa Kutoarjo, Septi Endah Parwati, M.Pd., di kegiatan Sosialisasi Program Kerja Sekolah yang dihadiri oleh 1.066 orang tua wali murid kelas X, XI, dan XII, Sabtu (18/07/2026).
Pihak sekolah bergerak cepat mengomunikasikan rencana besar ini agar orang tua murid memahami dinamika pembelajaran yang akan terjadi selama beberapa bulan ke depan.
Kepala SMK Pansa Kutoarjo, Septi Endah Parwati menjelaskan bahwa dana bantuan jumbo tersebut akan dialokasikan untuk memodernisasi sarana dan prasarana (sarpras) praktik siswa agar setara dengan standar industri global.
Dari dana revitalisasi ini, akan digunakan untuk pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) khusus untuk konsentrasi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), rehabilitasi total 9 ruang kelas dengan perbaikan menyeluruh pada bagian atap, plafon, hingga lantai serta rehabilitasi laboratorium untuk peningkatan fasilitas ruang lab penunjang kompetensi siswa.
“Target pengerjaan dimulai pada bulan Agustus besok dan harus sudah diserahkan serta diresmikan pada bulan Desember 2026. Ini adalah poin yang sangat penting bagi kemajuan sekolah,” ujar Septi Endah Parwati saat ditemui usai acara.
Mengingat skala renovasi yang cukup besar dan memakan waktu sekitar lima bulan, pihak sekolah meminta permakluman dan kerja sama dari seluruh orang tua wali murid. Selama kurun waktu Agustus hingga Desember, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas dipastikan tidak akan berjalan seperti biasa.
“Kami mohon kerja sama dari Bapak dan Ibu orang tua. Karena ruang kelas sedang direhab, kemungkinan anak-anak akan belajar di gazebo, musala, atau ruang serbaguna secara bergantian. Kami sosialisasikan ini sejak awal agar orang tua paham bahwa anak-anak tidak diabaikan, melainkan KBM disesuaikan dengan situasi pembangunan,” papar Kepala Sekolah.
Harapan besar digantungkan pada rampungnya proyek revitalisasi ini. Septi menegaskan, ending dari perbaikan sarpras ini adalah melahirkan lulusan SMK Pansa Kutoarjo yang siap kerja dan memiliki kompetensi tinggi, terutama di bidang TKR.
“Anak-anak TKR ini dipersiapkan untuk menjadi seorang teknisi. Karena itu, mereka wajib dibekali dengan bengkel dan fasilitas yang representatif, sesuai standar industri, serta mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan dunia kerja saat ini,” tegasnya.
Acara sosialisasi program kerja yang dibagi dalam dua sesi ini berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para orang tua. Selain memaparkan agenda penting seperti persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk kelas XI, serta persiapan ANBK dan TKA (Agustus dan Oktober) untuk kelas XII, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan wali kelas yang dihadiri langsung oleh jajaran pengurus yayasan dan komite sekolah. (Jon)





