KORANJURI.COM – Semangat kemerdekaan kembali terpancar mengagumkan di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Selama kurang lebih tiga dekade, masyarakat Desa Banyuroto secara konsisten merawat tradisi perayaan kemerdekaan dengan menyajikan ragam pertunjukan seni, budaya, serta daya cipta masyarakat setempat melalui kegiatan karnaval
Kegiatan tahunan yang berlangsung Senin (24/08/2028) ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk seremonial, melainkan juga menjadi wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi, menguatkan solidaritas sosial, sekaligus mengenalkan serta melestarikan warisan kesenian lokal kepada generasi penerus.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kreativitas dari setiap dusun ditampilkan secara bergantian dalam antusiasme pawai karnaval yang menyedot perhatian khalayak.
Rangkaian pawai karnaval diawali oleh penampilan Dusun Sobleman yang menyajikan pertunjukan prajurit bergodo, dilanjutkan dengan persembahan seni tari dari kelompok PKK.
Selanjutnya, Dusun Garon menyuguhkan pertunjukan kesenian tradisional brodut, sementara Dusun Glintingan menampilkan senam kreasi PKK yang mencerminkan keselarasan serta kekompakan warga.
Kemeriahan acara semakin semarak melalui persembahan dari Dusun Kenayan yang memadukan unsur seni tari dan seni suara. Menariknya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI An-Nawawi (IAIAN) Purworejo Kelompok 7 Desa Banyuroto turut terlibat aktif dan berkolaborasi langsung bersama warga Dusun Kenayan.
Partisipasi ini menjadi representasi dari kebersamaan dan pengabdian nyata mahasiswa di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kepala Dusun Kenayan, Waluyo, mengapresiasi tinggi kemeriahan karnaval serta partisipasi mahasiswa KKN.
“Karnaval ini membuktikan kuatnya semangat gotong royong warga. Kami juga sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Kelompok 7 yang telah menyatu dan berkolaborasi aktif bersama warga Dusun Kenayan. Kehadiran mereka memberikan semangat tersendiri dalam perayaan ini,” ujar Waluyo.
Penampilan dari kelompok Banyuroto Drumblek turut menyita perhatian pengunjung melalui komposisi musik bergaya drumband yang memanfaatkan barang-barang guna ulang sebagai instrumen utama.
Inovasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan sarana tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan pertunjukan yang bernilai seni tinggi. Rangkaian hiburan sepanjang rute karnaval semakin lengkap dengan hadirnya penampilan drumband Banser serta pertunjukan seni tari dari Dusun Suwanting.
Antusiasme warga juga terwujud dalam partisipasi setiap Rukun Tetangga (RT) yang menampilkan karya seni Ogoh-Ogoh dengan bermacam variasi bentuk. Di samping itu, kesenian tradisional seperti brodut, warok, dan kuda lumping turut dihadirkan sebagai wujud komitmen pelestarian kebudayaan lokal di Desa Banyuroto.
Bagi para mahasiswa KKN, keterlibatan dalam perhelatan ini memberikan pengalaman tersendiri yang bernilai akademis maupun sosial.
Fakumia, perwakilan Divisi Kegiatan KKN Kelompok 7 Desa Banyuroto, menyampaikan kesannya atas keterlibatan mereka dalam agenda perayaan tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat berpartisipasi serta berkontribusi secara langsung dalam menyemarakkan peringatan HUT RI ke-81 bersama warga Dusun Kenayan dan seluruh masyarakat Desa Banyuroto,” ungkap Fakumia.
Penyelenggaraan perayaan HUT RI ke-81 melalui pawai karnaval di Desa Banyuroto menegaskan bahwa kemaknaan kemerdekaan dapat diekspresikan secara kontekstual melalui seni, inovasi kreativitas, dan semangat gotong royong.
Tradisi yang telah mengakar selama tiga dekade ini menjadi bukti fundamental bahwa nilai-nilai kebangsaan terus hidup dan diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.(Jon)





