KORANJURI.COM – Dalam upaya mendorong digitalisasi ekonomi pedesaan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 IAI An-Nawawi (IAIAN) Purworejo menginisiasi program pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard(QRIS) bagi para pemilik warung dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Program ini dirancang untuk mempermudah transaksi keuangan harian serta memperluas jangkauan pembayaran non-tunai di tingkat desa.
Melalui pendekatan secara langsung (door-to-door), para mahasiswa mendampingi para pedagang mulai dari pendaftaran berkas, verifikasi data, hingga cetak kode QR yang siap digunakan di meja dagangan mereka.
Kerja keras ini membuahkan hasil manis dengan keberhasilan pembuatan QRIS bagi 3 pelaku UMKM lokal dari bidang usaha yang berbeda.
Ketiga pedagang yang kini resmi beralih ke transaksi digital tersebut menyambut positif kehadiran teknologi QRIS di toko mereka.
“Alhamdulillah, sekarang langganan yang beli bakso kalau lupa bawa uang tunai tinggal scan saja pakai HP. Proses buatnya kemarin dipandu adik-adik KKN sampai tuntas. Terima kasih banyak sudah sangat membantu usaha saya,” ungkap Prihati, pedagang bakso setempat.
Kesan serupa turut dirasakan oleh Aura, pelaku usaha jasa penjahit di Desa Banyuroto.
“Awalnya saya kira urus transaksi pembayaran digital seperti ini rumit dan bayar mahal. Ternyata dimudahkan sekali sama anak-anak KKN. Sekarang pelanggan jahit baju bisa langsung transfer lewat QRIS tanpa perlu bingung cari uang kembalian,” tutur Aura.
Sementara itu, kemudahan pembayaran ini juga dirasakan oleh pedagang aneka jajan (snack), Wiwin, yang mengaku kini transaksinya jauh lebih praktis dan tercatat dengan rapi.
“Terima kasih untuk adik-adik KKN IAI An-Nawawi. Pembeli jajanan di tempat saya kan banyak dari anak muda, jadi adanya QRIS ini betul-betul mempermudah proses jual beli,” ujar Wiwin.
Menanggapi keberhasilan program pendampingan ini, perwakilan Divisi Kegiatan KKN Kelompok 07 Desa Banyuroto, Zulfa Isnainiah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keterbukaan para pelaku UMKM lokal terhadap inovasi teknologi.
Pihaknya, kata Zulfa Isnainah, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu pedagang di Desa Banyuroto yang telah menyambut kami dengan hangat dan berani mengambil langkah untuk Go Digital.
“Keberhasilan pendaftaran QRIS ini tidak lepas dari antusiasme dan kerja sama yang baik dari para pedagang sendiri. Semoga fasilitas pembayaran ini dapat melancarkan rezeki dan memajukan usaha warga,” ujar Zulfa Isnainiah, Sabtu (29/08/2026).
Melalui langkah kecil ini, KKN Kelompok 07 IAIAN Purworejo berharap keberhasilan 3 UMKM tersebut dapat menjadi pemantik bagi pedagang lain di Desa Banyuroto untuk mulai memanfaatkan teknologi digital demi efisiensi dan kemajuan ekonomi desa secara berkelanjutan.(Jon)





