KORANJURI.COM – Melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja, SMK Kesehatan Purworejo berkolaborasi dengan SMKN 7 Purworejo menggelar serangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga pendidik.
Kegiatan kolaboratif ini menghadirkan tiga agenda utama pelatihan untuk guru dan kepala sekolah. Kegiatan perdana dihelat di SMK Kesehatan Purworejo, Selasa (02/09/2026) dengan Workshop Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Satuan Pendidikan.
Staf Waka Kurikulum SMK Kesehatan Purworejo, Meidiana Nur Budi Prastiwi, S.Pd., Gr., M.Pd., menjelaskan bahwa sinergi antar sekolah ini merupakan langkah penting dalam memaksimalkan program bantuan pemerintah.
“Pelaksanaan workshop ini merupakan salah satu implementasi dari program bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja. Kebetulan kita bergugus dengan SMKN 7 Purworejo,” ujar Meidiana saat ditemui di lokasi kegiatan.
Pelaksanaan hari pertama ini berlangsung intensif selama delapan jam penuh mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas unsur guru dan pimpinan hadir antusias. Komposisi peserta meliputi 35 guru dari SMK Kesehatan Purworejo, serta 15 guru bersama Kepala SMKN 7 Purworejo, Dra. Nuryati, M.Pd.
Acara pembukaan secara resmi dihadiri oleh jajaran Pengawas SMK dari Cabdin Wilayah IX Jawa Tengah, yakni Achmad Chamdani, S.Pd., M.Pd., Bani Mustofa, M.Pd., dan Ari Purwandari, S.Pd., M.Pd.
Sementara itu, sesi materi inti dipaparkan secara komprehensif oleh narasumber ahli dari BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta, Akhmad Taufik Nurhidayat, S.Pd., M.Pd.
Meidiana menambahkan, materi yang dibawakan mencakup cakupan luas mulai dari Standar Nasional Pendidikan, pendalaman SPMI, hingga penyisipan materi penting seputar kokurikuler dan penguatan Teaching Factory (Tefa) yang selaras dengan karakter sekolah kejuruan.
“Harapan setelah mengikuti workshop ini, tentunya nanti Bapak Ibu guru dari SMK Kesehatan Purworejo dan SMKN 7 Purworejo itu mendapatkan ilmu yang baru, yang bermanfaat, jadi nanti bisa dikembangkan di sekolah masing-masing,” ungkap Meidiana.
Setelah pembukaan SPMI hari ini, rangkaian program BOS Kinerja ini akan berlanjut ke dua agenda berikutnya di SMKN 7 Purworejo, yakni Penguatan Literasi dan Numerasi pada 8 September 2026 serta Penguatan Implementasi Digitalisasi Pembelajaran pada 15 September 2026.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian program, masing-masing sekolah diagendakan melaksanakan program pengimbasan (diseminasi) dengan mengundang lima sekolah lain di wilayah sekitar.
Khusus untuk SMK Kesehatan Purworejo, kegiatan pengimbasan massal tersebut dijadwalkan bergulir pada 29 September 2026 mendatang.(Jon)





