KORANJURI.COM – KPU Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan “Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan” di SMK Kesehatan Purworejo, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project pendampingan pendidikan politik bagi pemilih pemula sekaligus persiapan pemilihan ketua OSIS yang dijadwalkan pada Sabtu, 5 September 2026 mendatang.
Acara pembukaan dihadiri oleh anggota KPU Kabupaten Purworejo yang dipimpin oleh Abdul Aziz, didampingi oleh Imam Turmudi dan Margareta Ega Rindu Suryaningtyas selaku narasumber materi tata cara memilih serta hukum kepemiluan.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., menyambut baik penunjukan sekolahnya sebagai lokasi sosialisasi untuk menghadapi agenda demokrasi ke depan.
“Saya kira ini satu penghargaan dan juga untuk bekal buat anak-anak kami biar mereka nanti paham, ngerti, melek politik, ya. Artinya mereka harus sadar dan haknya itu bisa dipake dengan baik, jangan sampai mereka golput atau ikut-ikutan hal-hal yang negatif lah,” ujar Nuryadin.
Dia berharap, semoga mereka nantinya menjadi kader-kader atau penggerak untuk kesadaran berpolitik untuk rakyat
Sementara itu, Abdul Aziz dari KPU Purworejo menjelaskan bahwa program pendampingan yang nantinya diimplementasikan melalui pemilihan ketua OSIS ini dirancang menyerupai miniatur pemilu nasional secara utuh.
Harapannya pemilihan OSIS ini nantinya sebagai edukasi pendidikan kepada pemilih pemula ini sehingga anak-anak sudah ada gambaran pemilu itu seperti apa
“Tahapannya mulai dari pendaftaran calon, penetapan, masa kampanye, debat publik, hari tenang, hingga pemungutan dan penghitungan suara menggunakan fasilitas bilik serta kotak suara dari KPU,” jelas Abdul Aziz.
Pembina OSIS SMK Kesehatan Purworejo, Feptia Eka Puji Rahayu, S.Pd.Gr., menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh siswa kelas 12 dan pengurus OSIS.
“Tujuannya untuk anak-anak itu supaya tahu menjadi seorang pemilih itu seperti apa, untuk menentukan suatu pemimpin yang baik, dia harus bisa melakukan pemilihan dulu, memilih calon yang baik dengan cara pemilihannya itu yang jujur, adil,” tutur Feptia.
Melalui sinergi antara KPU dan pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemilih pemula yang cerdas, sadar hukum, serta siap menjadi penggerak kesadaran berpolitik di masyarakat.(Jon)





