KORANJURI.COM – Sebagai upaya menjamin mutu lulusan yang kompeten dan siap kerja, SMK Ma’arif NU 1 Bener, Kabupaten Purworejo, menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK).
Agenda tahunan yang saat ini tengah berlangsung, menjadi penentu penting bagi siswa kelas XII sebelum melangkah ke dunia kerja atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kepala SMK Ma’arif NU 1 Bener, M. Churdaini, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa UKK merupakan syarat wajib kelulusan yang melibatkan penguji eksternal dari praktisi industri.
“Sertifikat kompetensi ini adalah bukti legalitas kemampuan siswa. Di dunia industri, sertifikat ini sangat krusial, misalnya untuk membuktikan kemampuan overhaul mesin di jurusan TSM,” ujar M. Churdaini, Rabu (15/04/2026).
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Ma’arif NU 1 Bener, Ida Pramintari, S.Pd., Si., merinci bahwa pelaksanaan UKK tahun ini bekerja sama dengan berbagai lembaga kredibel. Untuk jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM), Akuntansi, dan Bisnis Digital, sekolah menggandeng LSP P1 SMK Sawunggalih Kutoarjo.
Sementara itu, jurusan Desain dan Produksi Busana bekerja sama dengan LSP P2 Ma’arif Jawa Tengah. Khusus untuk jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR), penguji eksternal didatangkan langsung dari BLK Purworejo.
“Asesor atau pengujinya benar-benar dari eksternal untuk menjamin objektivitas penilaian. Tujuannya agar kemampuan siswa benar-benar terukur sesuai standar kompetensi keahliannya,” jelas Ida Pramintari saat ditemui di sela kegiatan.
Pelaksanaan UKK dilakukan secara bertahap menyesuaikan jumlah peserta dan kerumitan mata uji. Sebelum ujian berlangsung, para siswa telah mendapatkan pendalaman materi atau drilling praktik secara intensif oleh guru produktif masing-masing jurusan.
SMK Ma’arif NU 1 Bener memiliki rekam jejak yang impresif dalam penyaluran tenaga kerja. M. Churdaini mengungkapkan, tahun lalu lebih dari 30% lulusan sudah diterima bekerja sebelum pengumuman kelulusan. Secara total, lebih dari 70% alumni telah terserap di dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan kuliah.
Beberapa mitra industri strategis yang menjalin kerja sama antara lain Nasmoco Magelang, PT Bra Bantul, dan PT USG Semarang. Tak hanya dalam negeri, sekolah juga membuka peluang internasional melalui program magang ke Jepang bekerja sama dengan LPK Kansa.
“Saat ini ada sekitar 50 anak yang berminat mengikuti program magang ke Jepang. Harapan kami, tahun ini tingkat pengangguran lulusan bisa ditekan hingga 0%,” tambah Churdaini.
Salah satu keunggulan sekolah ini adalah jurusan Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR). Selain menjadi jurusan tertua, TBKR SMK Ma’arif NU 1 Bener merupakan satu-satunya di Purworejo.
“Peluang kerja di bidang bodi kendaraan sangat besar karena banyak tenaga ahli yang sudah sepuh, sehingga butuh regenerasi tenaga muda. Penyerapan di bengkel-bengkel bodi sekitar Magelang dan Semarang sangat tinggi,” pungkasnya.
Selain UKK, siswa juga menempuh ujian praktik untuk mata pelajaran non-produktif seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris guna melengkapi syarat kelulusan secara utuh. (Jon)





