Berikan Motivasi, Kacabdin Buka IHT SMK TKM Purworejo

oleh
Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng Maryanto, S.Pd., M.Sc., saat memberi motivasi dalam pembukaan IHT di SMK TKM Purworejo, Rabu (25/06/2025) - foto: Ist.

KORANJURI.COM – SMK TKM Purworejo menggelar kegiatan IHT (In House Training) bertema tentang Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan dan Pendekatan Pembelajaran Deep Learning.

Dalam IHT yang diikuti semua guru ini berlangsung selama dua hari, dari Rabu (25/06/2025) hingga Kamis (26/06/2025). Secara simbolis, IHT dibuka oleh Kacabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng Maryanto, S.Pd., M.Sc., Rabu (25/06/2025).

Dalam arahannya, Kacabdin Maryanto menyampaikan, bahwa dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah mengkampanyekan adanya metode pendekatan pembelajaran Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam.

“Salah satu metode atau yang diharapkan dalam Deep Learning adalah Joyful Learning atau pembelajaran yang menyenangkan,” ujar Maryanto.

Menurutnya, hal itu sebenarnya sudah selaras dengan konsep pendiri Taman Siswa Ki Hadjar Dewantara. Dimana dalam Taman Siswa, taman artinya sesuatu atau tempat yang menyenangkan.

Bahwa ini sudah menjadi ide sejak dulu. Pendiri Taman Siswa ini sudah menyadari bahwa sekolah itu harus menyenangkan untuk anak didiknya, guru-gurunya.

Sehingga dengan suasana yang menyenangkan ini tujuan dari pembelajaran bisa tercapai sesuai tujuan dari pendidikan nasional yang tercantum dalam UU Sisdiknas no 20 tahun 2023.

Dikatakan Maryanto, bahwa kurikulum hingga saat ini tidak ada perubahan, masih menggunakan Kurikulum Merdeka. Namun pendekatan pembelajarannya melalui Deep Learning.

Dalam Deep Learning ini memiliki tiga pendekatan, yakni mindful learning (belajar dengan kesadaran penuh), meaningful learning (belajar dengan makna), dan joyful learning (belajar dengan kegembiraan).

Dalam Mindful Learning, peserta didik diajak menyadari bahwa pembelajaran itu tidak semata ceramah dari guru, tapi peserta didik harus memahami konsep-konsep apa yang ingin dicapai dari mata pelajaran yang disampaikan guru. Meaningful Learning artinya anak didik merasa dilibatkan di dalamnya.

“Dan Joyful Learning, bahwa pembelajaran itu menyenangkan. Sehingga anak tidak merasa bosan atau jenuh,” jelas Maryanto.

Setiap tahun, sebut Maryanto , sekolah harus menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Secara Kurikulum tidak berubah, namun hanya pendekatannya yang perlu dievaluasi menyesuaikan perkembangan jaman.

“Diharapkan guru lebih memahami akan metode pembelajaran Deep Learning ini, dengan mengevaluasi di tahun-tahun kemarin. Yang sudah baik tidak harus diganti, yang tidak sesuai dengan situasi peserta didik dan sekolah harus dievaluasi,” pesan Kacabdin Maryanto.

Kepala SMK TKM Purworejo Ki Murwanto, S.Pd., M.Pd., di sela kegiatan menjelaskan, dalam IHT yang berlangsung selama dua hari ini, di hari pertama ada penyampaian materi tentang Ketamansiswaan dari Ketua Majelis Cabang Taman Siswa Purworejo serta dari Dekan FKIP UMPWR Assoc. Prof. Dr. Riawan Yudi Purwoko, S.Si., M.Pd., yang memberikan materi tentang Deep Learning.

“Di hari kedua kita melakukan sinkronisasi kurikulum dengan menghadirkan narasumber dari DUDI,” terang Ki Murwanto sambil menambahkan, salah satu tujuan dari IHT ini untuk penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan. (Jon)