KORANJURI.COM – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti acara Purna Wiyata siswa kelas IX SMPN 36 Purworejo Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Selasa (02/06/2026). Sekolah ini sukses menorehkan tinta emas lewat pencapaian fenomenal para lulusannya di tingkat nasional.
Kepala SMPN 36 Purworejo, Suryadi, S.Kom, M.M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas lompatan prestasi yang diraih anak didiknya tahun ini. Dia menyebut, capaian sejarah yang belum pernah terjadi sejak sekolah tersebut berdiri.
“Tahun 2026 ini menjadi pembuktian luar biasa. Salah satu anak didik kita berhasil mengukir sejarah baru, menjadi yang pertama sejak sekolah ini berdiri, diterima di SMA Taruna Nusantara. Dia adalah Ridzo Mulanto dari kelas 9A, putra daerah asal Sokoagung,” ujar Suryadi.
Tidak hanya Ridzo, prestasi gemilang juga diraih oleh Brilian Putra Perdana (kelas 9A) yang berhasil lolos dan diterima di SMA unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo.
Suryadi membandingkan dinamika prestasi sekolah dari tahun ke tahun. Jika pada Purna Wiyata pertama tahun 2024 belum banyak prestasi bergengsi yang dicatatkan, maka tahun 2025 mulai mendulang 9 kejuaraan POPDA dan 2 FTBI.
“Dan tahun 2026 ini, Alhamdulillah, kita berhasil membawa pulang 10 Kejuaraan POPDA, 1 Kejuaraan O2SN, serta meloloskan anak-anak ke sekolah unggulan tingkat nasional. Bahkan pada 11 Juni mendatang, mohon doa restunya, anak-anak kita akan berjuang di ajang OSN,” tambahnya.
Atas dedikasi dan prestasinya yang luar biasa, Ridzo Mulanto dinobatkan sebagai The Best Student of The Year
sekaligus meraih penghargaan The Best Student Character. Sementara itu, penghargaan kategori The Most Literated (Siswa Paling Literat) berhasil disabet oleh Gadisa Choerina Al Millati dari kelas 9F.
Sekolah juga memberikan apresiasi tinggi kepada 10 lulusan dengan nilai akhir terbaik tahun ini, secara berurutan diraih oleh Ridzo Mulanto (9A), Erly Ferlita Lestaluhu (9E), Intan Wulan Suci Fatikasari (9D), Gadisa Choerina Al Millati (9F), Janitra Kirana Putri, Maera Dewi Umaroh (9D), Vania Leyla Putri Carindra (9E), Alvita Khairunnisa (9C), Dwi Alya Adriana (9A) dan Evan Muhammad Rezky Candra (9A).
Ada hal menarik dalam penampilan Kepala Sekolah pada momentum Purna Wiyata. Kepala sekolah sengaja mengenakan pakaian dengan perpaduan budaya yang unik, salah satunya blangkon khas Ponorogo, Jawa Timur. Di balik busana tersebut, rupanya terselip pesan filosofis yang mendalam untuk para alumni.
“Saya memiliki mimpi besar. Lulusan SMPN 36 Purworejo atau Sembada (ikon SMPN 36 Purworejo), tidak boleh hanya berkecimpung, bekerja, atau menghabiskan waktu di Purworejo saja. Saya ingin mereka tersebar ke seluruh penjuru tanah air, bahkan ke berbagai belahan dunia dengan keahlian masing-masing. Jadilah Sembada Muda yang mendunia!” tegasnya membakar semangat para siswa.
Keberhasilan SMPN 36 Purworejo dalam mencetak generasi juara tidak lepas dari konsep Golong Gilig, perumpamaan Jawa untuk menggambarkan persatuan dan kebersamaan yang kokoh antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Suryadi membeberkan bukti nyata dari kepercayaan luar biasa yang diberikan orang tua siswa. Di antaranya adalah kesuksesan pembangunan gedung indoor sekolah yang menelan biaya bertahap (tahap pertama Rp537 juta, tahap kedua Rp80 juta, dan tahap ketiga Rp135 juta).
Tak hanya itu, pada kelulusan tahun ini, orang tua siswa secara kolektif menyerahkan bantuan berupa 100 buah kursi untuk fasilitas sekolah, ditambah bantuan pribadi berupa 3 unit kipas angin dari salah satu orang tua murid. Sinergi ini pula yang berhasil memberangkatkan satu duta putra dan satu duta putri SMPN 36 Purworejo menuju ajang bergengsi Jambore Nasional.
Acara inti Purna Wiyata sendiri ditandai dengan prosesi sakral pengalungan samir yang dipimpin oleh Kepala Sekolah dibantu oleh Wakil Kepala Sekolah secara bergantian. Setelah itu, dilakukan penyerahan kembali para siswa dari pihak sekolah yang diwakili oleh Komite Sekolah (Pak Rijo) kepada orang tua.
Sebagai langkah awal memasuki fase baru, para lulusan tahun 2026 ini langsung disambut dan diterima secara resmi menjadi anggota Ikatan Alumni Sembada oleh Ketua Ikatan Alumni, Wahyu Widodo, SE. Wahyu menegaskan bahwa ikatan ini akan menjadi wadah strategis bagi para alumni untuk terus memberikan kontribusi nyata demi kemajuan almamater tercinta.
Acara Purna Wiyata yang berlangsung khidmat ini juga dimeriahkan oleh pentas seni lokal yang memukau, mulai dari Pagelaran Tari Ndolalak oleh grup tari “Sembada Budaya” hingga suguhan atraktif Tari Jaranan yang dibawakan langsung oleh siswa-siswi kelas 9. (Jon)





