Beroperasi Juli 2026, RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo Kini Miliki Fasilitas Cathlab Canggih

oleh
Hadirnya fasilitas Cathlab di RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejo diharapkan bisa menjadikan rumah sakit ini sebagai pusat layanan jantung rujukan utama di wilayah Kedu - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Purworejo dan sekitarnya. RSUD dr. Tjitrowardojo resmi memperkuat layanan kesehatan rujukan dengan hadirnya fasilitas Cathlab (Catheterization Laboratory).

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan commissioning sistem Cathlab dalam rangkaian Program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (22/04/2026).

Penandatanganan berita acara yang berlangsung di Auditorium RSUD ini melibatkan pihak Kemenkes RI, vendor alat (Phillip), dan Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo sebagai penerima hibah. Program SIHREN sendiri merupakan inisiatif nasional untuk memodernisasi sarana medis di seluruh Indonesia.

Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo, dr. Tolkha Amaruddin, menegaskan bahwa fasilitas ini adalah solusi bagi penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan tindakan intervensi cepat.

“Dengan fasilitas ini, pasien dengan gangguan jantung tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah seperti Yogyakarta atau Semarang. Ini akan mempercepat penanganan dan menurunkan risiko komplikasi,” ujar dr. Tolkha.

Fasilitas Cathlab ini akan digunakan untuk mendukung layanan penyakit KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi), termasuk tindakan pemasangan ring jantung.

Tidak hanya sekadar alat, RSUD dr. Tjitrowardojo telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Terdapat tiga dokter operator spesialis intervensi jantung dan bedah saraf yang telah menyelesaikan fellowship di berbagai pusat medis ternama, mulai dari RS Kariadi, Tulungagung, hingga ke China.

Selain Cathlab, rumah sakit kebanggaan warga Purworejo ini juga menerima 12 paket alat kesehatan lainnya, di antaranya, CT Scan terbaru, Mamografi (Rontgen khusus diagnosa kanker payudara),
IHK (Untuk menentukan jenis tumor secara spesifik).

Layanan canggih ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada Juli 2026. Saat ini, pihak manajemen sedang menyelesaikan proses administrasi akhir, termasuk izin dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) serta kerja sama (MoU) dengan BPJS Kesehatan.

“Bantuan fasilitas ini dilengkapi garansi tujuh tahun dari pemerintah. Kami memastikan kesiapan operasional mulai dari infrastruktur hingga teknisi sudah sangat matang,” tambahnya.

Kehadiran sistem Cathlab ini diharapkan menjadikan RSUD dr. Tjitrowardojo sebagai pusat layanan jantung rujukan utama di wilayah Kedu, sekaligus mendukung transformasi kesehatan nasional yang lebih berkualitas. (Jon)