KORANJURI.COM – Di balik misi besar memenuhi gizi masyarakat, ada raga para relawan yang juga harus tetap prima. Menyadari pentingnya hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Kebumen bergerak cepat menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Jumat (05/06/2026).
Bukan untuk mengobati yang sakit, kehadiran tim JKN kali ini adalah untuk menggelar Skrining Riwayat Kesehatan. Langkah preventif ini sengaja ditujukan bagi para pejuang gizi lokal agar mereka bisa mendeteksi dini faktor risiko penyakit sebelum terlambat.
Para tenaga dan relawan SPPG Kaliboto tiap hari bergelut dengan aktivitas padat demi memastikan masyarakat mendapatkan asupan gizi terbaik. Namun, kesibukan sering kali membuat mereka lupa memeriksa kesehatan diri sendiri.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya hadir saat masyarakat jatuh sakit, tetapi juga berkomitmen menjaga mereka agar tetap sehat.
“Para tenaga dan relawan SPPG merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, mereka dapat bekerja lebih produktif. Kami berharap mereka semakin sadar pentingnya deteksi dini dan memastikan kepesertaan JKN selalu aktif,” ujar Dina.
Langkah jemput bola dari BPJS Kesehatan ini disambut hangat oleh pihak yayasan dan pengelola. Ketua Yayasan Nastiri Harapan Mulia, Supeniwati, mengaku sangat lega dengan adanya perhatian khusus bagi para relawannya.
“Saya sadar teman-teman relawan membutuhkan perlindungan kesehatan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu kami mengetahui kondisi kesehatan para relawan di lapangan,” ungkap Supeniwati bersyukur.
Kepala SPPG Kaliboto, Adi Candra P., juga menambahkan bahwa Program JKN menjadi jaring pengaman yang luar biasa bagi seluruh timnya.
“Ketika sakit, mereka bisa langsung memanfaatkan JKN tanpa perlu pusing memikirkan biaya,” tuturnya.
Melalui kegiatan skrining riwayat kesehatan ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak peserta JKN yang memahami pentingnya deteksi dini risiko penyakit serta memanfaatkan layanan promotif dan preventif yang tersedia.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh perlindungan saat sakit, tetapi juga dapat menjaga kesehatannya agar tetap produktif dan berkualitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. (Jon)





