KORANJURI.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menyelenggarakan kegiatan Keterlibatan Stakeholder dalam Peninjauan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan menghadirkan perwakilan industri dan sekolah di wilayah Karesidenan Kedu.
Kegiatan yang berlangsung Senin (08/01/2024) ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia pendidikan vokasi.
Dari unsur industri, hadir perwakilan Nasmoco, PT Bumen Redja Abadi, Honda AHASS Pandean, serta Jasatech. Selain itu, delapan perwakilan SMK di wilayah Karesidenan Kedu turut berpartisipasi memberikan masukan terhadap profil lulusan, struktur mata kuliah, serta relevansi kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Dalam forum diskusi, para stakeholder menekankan pentingnya penguatan kompetensi teknis berbasis teknologi otomotif terkini, kemampuan diagnosa sistem berbasis digital, serta penguatan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, etos kerja, dan problem solving.
Peninjauan difokuskan pada keselarasan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta implementasinya dalam mata kuliah melalui pendekatan OBE agar capaian yang dirumuskan benar-benar terukur dan aplikatif.
Salah satu masukan penting disampaikan oleh Diki Febrianto dari PT Bumen Redja Abadi. Ia menekankan bahwa perumusan CPL perlu dibuat lebih spesifik dan terukur, terutama dalam aspek penguasaan teknologi kendaraan terbaru, standar operasional bengkel, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kemampuan analisis dan troubleshooting sistem elektronik otomotif.
Menurutnya, kejelasan dan ketegasan rumusan CPL akan sangat membantu industri dalam menilai kesiapan lulusan serta memastikan kompetensi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kaprodi PTO UMPWR, Dwi Jatmoko, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta berbagai masukan konstruktif dari para stakeholder.
Dia menegaskan bahwa diskusi ini sangat penting untuk kemajuan pembelajaran berbasis OBE di Prodi PTO.
“Hasil pertemuan ini diharapkan dapat mempermudah tim kurikulum dalam menyempurnakan CPL, CPMK, serta implementasi pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan sekolah,” ujar Dwi Jatmoko.
Melalui keterlibatan aktif stakeholder ini, Prodi PTO UMPWR menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kurikulum yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis kebutuhan nyata (link and match).
“Diharapkan, hasil peninjauan kurikulum berbasis OBE ini mampu menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi baik di dunia industri maupun pendidikan vokasi,” pungkas Dwi Jatmoko. (Jon)





