KORANJURI.COM – Generasi muda kini memegang peran penting dalam keberlanjutan sistem jaminan kesehatan di Indonesia. Menyadari hal tersebut, BPJS Kesehatan Kebumen sukses menggelar program “BPJS Goes to Campus” di STIE Tamansiswa Banjarnegara pada Senin (22/06/2026).
Acara yang dihadiri oleh sekitar 70 mahasiswa ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, menjadi ruang edukasi strategis untuk mendongkrak literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungan akademis.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa literasi jaminan kesehatan adalah bekal krusial bagi mahasiswa. Pemahaman yang utuh akan membentuk mereka menjadi peserta aktif yang paham hak, kewajiban, serta alur layanan secara tepat.
Dina menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan kini fokus pada transformasi mutu layanan yang mengusung tiga pilar utama, yakni Mudah, Cepat, dan Setara.
“Program JKN mengusung konsep gotong royong yang melindungi ratusan juta peserta dari risiko kebangkrutan finansial akibat biaya kesehatan tak terduga. Kami memastikan kualitas layanan yang diberikan selalu sesuai dengan kebutuhan medis peserta,” ujar Dina.
Untuk mendukung transformasi tersebut, BPJS Kesehatan menyediakan dua jalur utama kanal layanan yang bisa diakses oleh masyarakat, yakni dengan layanan tatap muka maupun digital atau non tatap muka.
Untuk layanan tatap muka bisa melalui Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Layanan BPJS Keliling dan Mal Pelayanan Publik (MPP). Sedangkan untuk layanan Non-Tatap Muka (Digital) bisa melalui berbagai kanal digital seperti PANDAWA.(Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp), aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 maupun VOILA (Virtual Office Layanan Desa).
“Melalui penguatan layanan digital, peserta kini bisa mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Prosesnya jauh lebih efisien dan adaptif,” tambah Dina.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga status kepesertaan tetap aktif.
“Daftar atau aktifkan segera, karena sakit tidak ada hari libur dalam kalender dan biayanya tidak terduga,” tandas Dina.
Apresiasi besar datang dari Ketua STIE Tamansiswa Banjarnegara, Lustono. Menurutnya, sosialisasi ini membuka cakrawala baru bagi mahasiswa agar tidak hanya menjadi konsumen layanan, tetapi juga penggerak kesadaran di masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi ini. Melalui literasi ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan kesadaran pentingnya jaminan kesehatan di lingkungan mereka,” kata Lustono.
Acara yang diwarnai sesi diskusi hangat dan kuis interaktif ini ditutup dengan kesan positif dari para peserta.
Nandana Maqbul Najat, salah satu mahasiswa peserta JKN mandiri, mengaku mendapat wawasan yang jauh lebih komprehensif.
“Kita berharap sistem kesehatan di Indonesia ke depan terus bertumbuh semakin inklusif, mudah diakses, dan membawa manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Nandana. (Jon)





