KORANJURI.COM – Kabar melegakan datang bagi keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo. Setelah sempat mengalami kendala administratif, dana program tersebut resmi dicairkan pada Selasa (20/01/2026), memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat kembali beroperasi secara penuh.
Koordinator Program MBG Kodim 0708 Purworejo, Serma Ahmad Widodo, mengonfirmasi bahwa kendala terkait Virtual Account (VA) yang dialami 16 SPPG kini telah teratasi. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan unit baru, sementara satu unit SPPG yang sempat menghentikan operasionalnya dipastikan segera aktif kembali.
“Hari ini dana sudah cair semua. SPPG yang sempat berhenti akan segera jalan lagi. Biasanya besok belanja, lalu besoknya sudah bisa operasional,” ujar Serma Ahmad Widodo, melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/01/2026) sore.
Ke depan, pengelolaan dana MBG akan menggunakan sistem baru berupa Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Dana akan diturunkan sebesar Rp500 juta setiap 10 hari tanpa lagi menggunakan proposal, guna menghindari keterlambatan pencairan.
“Setelah SPJ, top up dana akan dilakukan 3 sampai 5 hari kemudian. Sistem ini mulai diterapkan per Januari 2026 sebagai bentuk peralihan sistem,” tambahnya.
Meski demikian, untuk pendirian dapur atau SPPG baru, mekanisme pengajuan proposal tetap diberlakukan.
Dampak positif pencairan ini langsung dirasakan oleh pengelola di tingkat kecamatan. Perwakilan SPPG Bener, Candra, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dana tersebut dan menjadwalkan operasional dapur umum dimulai pada Kamis (22/01/2026).
Dengan pulihnya aliran dana ini, diharapkan pelayanan gizi bagi masyarakat di Purworejo dapat berjalan stabil dan berkelanjutan sesuai dengan target program nasional. (Jon)





