Menurutnya, generasi kedepan itu adalah generasi yang memang dibutuhkan sebuah institusi, dari anak-anak yang berkepribadian dan berakhlak. Dengan seperti ini, anak-anak kreatif, punya ide dan gagasan yang luar biasa sehingga bisa mewujudkan dari sebuah perencanaan ke realiasasi.
“Ini adalah sebuah wujud bahwa anak-anak ini akan baik di masa yang akan datang,” ujar Kelik.
Harri Andi Setiawan, S.Pd., Waka Kurikulum SMAN 2 Purworejo menambahkan, acara bersifat dari anak, oleh anak dan untuk anak. Semua kepanitiaan dari unsur anak yakni kelas XII dibantu kelas X dan XI serta OSIS dan tidak melibatkan sekolah.
“Acara ini sebagai bentuk syukur anak, setelah 3 tahun lamanya menempuh ilmu di SMAN 2 Purworejo,” kata Harri.
Disampaikan, SMAN 2 Purworejo pada tahun pelajaran 2023/2024 ada peningkatan dalam jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi). Jika tahun lalu hanya 29 siswa, untuk tahun ini meningkat menjadi 34 siswa.
Mereka ini diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (5), Universitas Diponegoro (5), Universitas Sebelas Maret (10), Universitas Veteran Yogyakarta (3), Universitas Gajah Mada (4), Universitas Negeri Semarang (1), Universitas Jendral Soedirman (3), Universitas Pajajaran (1), IPB (2).
Harapannya pada siswa kelas XII ini, ujar Harri, tentu saja tidak lepas dari mengambil hikmah pesan dari Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara, bahwa pendidikan itu adalah tuntunan dalam tumbuhnya budi pekerti. Tentu saja mereka keluar dari pintu gerbang SMAN 2 Purworejo menjadi profil pelajar Smanda (SMAN 2), yang berkontribusi positif di lingkungan masyarakat, menjadi anggota masyarakat dengan dibekali budi pekerti dengan akhlak mulia.





