Gandeng Gamelab Indonesia, SMK TKM Purworejo Buka Kelas Industri

oleh
Foto bersama usai penandatanganan MoU antara Gamelab Indonesia dengan SMK TKM Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bekerjasama dengan Gamelab Indonesia, SMK TKM Purworejo membuka kelas industri untuk jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) Konsentrasi Web Front End.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara kedua belah pihak, Selasa (28/03/2025). Dari pihak Gamelab Indonesia diwakili Septi Yuliana, S.Ds., selaku manager dan Ki Murwanto, S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah.

Dalam penandatanganan MoU ini juga hadir Pengawas SMK dari Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng Achmad Chamdani, S.Pd., M.Pd., Ketua MKKS SMK Budiono, S.Pd., M.Pd., jajaran komite dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ki Murwanto menyampaikan, yang melatarbelakangi dibukanya kelas industri tersebut, berawal dari kunjungan industri siswa jurusan TKJ ke Gamelab Indonesia beberapa waktu lalu. Gamelab Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang IT dan berkantor pusat di Salatiga.

“Kita awali dari jurusan TKJ. Untuk selanjutnya, tiap jurusan di SMK TKM Purworejo harus ada kelas industri, yakni jurusan Teknik Pemesinan, Teknik Mekanik Industri dan TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik),” jelas Ki Murwanto.

Berdasarkan raport pendidikan, kata Ki Murwanto, untuk SMK TKM Purworejo agak rendah di link and match. Karena ini rendah maka pihaknya membuat hubungan yang lebih baik dengan industri.

Harapannya dengan kelas industri ini, maka kurikulum di SMK TKM Purworejo penuh dengan muatan-muatan yang siap dipakai di industri. Karena sebagian besar lulusan nantinya akan bekerja.

Dengan harapan ini, kata Ki Murwanto, kedepannya anak-anak SMK TKM Purworejo lebih siap lagi untuk masuk ke dunia industri. Kalau ini berjalan baik otomatis MoU ini akan berkelanjutan dan saling menguntungkan, baik untuk sekolah maupun industri (Gamelab).

“Yang paling penting membuat anak-anak kita menjadi anak yang sukses. Bagi guru itu sesuatu yang luar biasa,” ujar Ki Murwanto.

Achmad Chamdani selaku Pengawas SMK menyebut, dengan kelas industri ini maka di SMK TKM Purworejo akan dilaksanakan pendidikan dua sistem, yakni belajar di sekolah dan belajar di industri yang bisa dimulai setelah penandatanganan MoU.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas siswanya, yakni kompetensi siswa sama dengan kompetensi di industri. Sehingga setelah tamat langsung diterima di industri,” terang Achmad Chamdani.

Disampaikan juga, SMK yang bagus selain bekerjasama dengan industri, juga memiliki LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Sehingga ketika lulus selain mendapatkan ijasah juga sertifikat berlambang burung Garuda dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

“Dari 40 an SMK yang ada di Purworejo, hanya beberapa yang memiliki LSP. SMK TKM Purworejo salah satunya,” ungkap Achmad Chamdani.

Ketua MKKS SMK Budiono sangat mengapresiasi dibukanya kelas industri ini, karena merupakan sebuah inovasi untuk menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan dunia industri, khususnya antara SMK TKM Purworejo dengan Gamelab Indonesia

Hal ini, menurut Budiono bisa menjadi ikon yang bisa ditawarkan atau dipromosikan pada calon siswa yang ingin melanjutkan di SMK TKM Purworejo. Dan ini merupakan momen yang tepat

“Diharapkan dalam kelas industri ini juga ada budaya industri. Itu dua hal berbeda. Budaya industri adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada di industri dengan menerapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik Rajin, Rawat),” pesan Budiono.

Septi Yuliana, S.Ds., dalam paparannya menjelaskan, kompetensi Web Front End merupakan kompetensi yang memang fokusnya lebih ke teknologi dan pemrograman.

“Selama ini kita hidup di era teknologi. Jadi perlu dikembangkan dari skill yang sudah didapatkan dari sekolah, meningkat lagi dengan industri yang levelnya jauh diatasnya,” ujar Septi.

Nantinya dalam kelas industri ini siswa akan mendapatkan pengawasan secara intens dan langsung dari industri. Dalam sistem pembelajaran di kelas industri ini siswa akan merasakan pembelajaran menggunakan teknologi, mulai dari varian pembelajaran materinya, assesmen ataupun ujian nantinya.

Terkait budaya industri, menurut Septi, nantinya yang diterapkan berbeda dengan industri yang berlatarbelakang manufacturing atau lainnya. Kelas industri kerjasama dengan Gamelab Indonesia ini nantinya budaya industri yang diterapkan condongnya ke perusahaan teknologi atau perusahaan kreatif.

“Kita tekankan siswa untuk aktif dan responsif, karena komunikasi menjadi hal yang sangat penting ketika memasuki dunia kerja,” pungkas Septi. (Jon)