Refleksi Milad ke-3, STIKes Bantul Siapkan Program Beasiswa

oleh
Foto bersama dalam peringatan Milad ke-3 STIKes Bantul - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Memperingati Milad ke-3, STIKes Bantul menggelar tasyakuran yang dikemas dalam bentuk kegiatan buka bersama, Sabtu (15/03/2025).

Bertempat di kampus, jalan Parangtritis km 11, Manding, Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta, buka bersama dihadiri seluruh civitas akademika, BPH serta yayasan yang menaungi STIKes Bantul.

Dalam tasyakuran ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua STIKes Bantul Nuryadin, S.Sos., M.Pd., dan diserahkan kepada Ir Atmaji selaku perwakilan dari yayasan.

Pada kesempatan tersebut, Atmaji berharap, STIKes Bantul lebih baik kedepannya. Dia juga berpesan bagi mahasiswa untuk tetap belajar dengan baik dan jangan lupa beraktivitas di organisasi.

“Karena organisasi itu bermanfaat untuk menambah kemampuan berkomunikasi, negosiasi dan lainnya,” kata Atmaji.

Menurut Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, peringatan milad ke-3 tersebut juga menjadi sebuah momentum untuk refleksi dan intropeksi diri, supaya kedepannya STIKes Bantul bisa lebih baik lagi.

“Diharapkan dengan acara ini spirit, semangat seluruh civitas akademika STIKes Bantul akan bertambah lagi, sekaligus merefleksi apa-apa yang sudah dijalankan selama 3 tahun kemarin, capaian-capaian apa yang sudah terwujud, kendala apa yang dihadapi dan kelemahan-kelemahan yang dimiliki,” ujar Nuryadin.

Dengan merefleksi diri, kata Nuryadin, semoga ada spirit baru, sehingga kendala, tantangan dan kelemahan selama 3 tahun kemarin, kedepan memasuki tahun keempat ini bisa diantisipasi, diperbaiki dan diperbaharui. Sehingga kedepan diharapkan STIKes Bantul lebih maju lagi, lebih jaya lagi, lebih berkembang lagi di tengah-tengah persaingan antar PTS yang ada di Yogyakarta maupun di luar Yogyakarta.

Karena menurut Nuryadin, tantangan kedepan lembaga pendidikan tinggi khususnya PTS semakin berat. Karena selain persaingan antar PTS, kondisi ekonomi bangsa ini saat ini dan kedepan tidak dalam keadaan baik-baik saja.

“Sehingga ini menurunkan animo orangtua untuk menguliahkan dipertanyakan, karena kemampuan untuk membiayai makin menurun. Karena itu dibutuhkan satu langkah yang cerdas dan kreatif serta solusi yang pas untuk mengantisipasi tantangan dan kondisi tersebut,” ungkap Nuryadin.

Untuk menghadapi itu dari STIKes Bantul membuka beberapa program beasiswa, yakni KIP, beasiswa unggulan serta beasiswa boarding campus. Program beasiswa tersebut disiapkan untuk mengantisipasi anak-anak yang ingin kuliah namun kemampuannya minimal.

“Prinsip kami, jangan sampai anak-anak di Indonesia yang ingin kuliah tidak terwujud hanya karena tidak mampu. Dari STIKes Bantul mencoba memberikan solusi,” terang Nuryadin.

Dia mengajak seluruh civitas akademika STIKes Bantul untuk menjaga persatuan, kekompakan dan menjaga visi misi bersama. Karena tantangan kedepan makin berat.

Nuryadin juga berpesan, kreativitas, inovasi harus tetap dijalankan karena sekarang di era milenial ini kreatifitas dan inovasi sangat penting terutama di media sosial, sehingga diharapkan tim penerimaan mahasiswa baru lebih kreatif lagi bermain di media sosial.

“Mari bersama-sama kedepan kita tingkatkan komitmen untuk bagaimana dosen, tenaga pendik kompak dirumah kompak di kampus, sukses dirumah sukses di kampus, berkah barokah di rumah berkah barokah di kampus. Apa yang dilakukan di rumah dan di kampus bermakna untuk anak-anak, mahasiswa serta bangsa dan negara,” pungkas Nuryadin. (Jon)