KORANJURI.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menghadirkan terobosan baru pada 2026 melalui dua program unggulan: Sekolah Politik bagi pelajar SMA/SMK dan Sinau Kebangsaan berbasis digital.
Langkah ini dirancang untuk mendongkrak kesadaran demokrasi serta wawasan kebangsaan generasi muda secara inklusif dan adaptif.
Kepala Badan Kesbangpol Purworejo, Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., didampingi Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Lepot Agus Manto, S.IP., dan Kabid Kesatuan Bangsa dan Wawasan Kebangsaan, Nanang Agus Gutomo, S.E., M.M., menjelaskan, bahwa inovasi Sekolah Politik direncanakan sejak 2025 dan direalisasikan pada 2026.
“Sasarannya adalah pelajar SMA/SMK yang memasuki usia 17 tahun dan memiliki hak pilih,” ujar Puguh, Kamis (01/10/2026).
Menurutnya, dari program Sekolah Politik ini di tahun 2026 ditargetkan 16 kali kegiatan di 16 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo. Hingga akhir September 2026 telah terlaksana 12 kali kegiatan di 10 kecamatan, sedangkan 6 kecamatan sisanya berlangsung Oktober–November.
Kegiatan Sekolah Politik ini, terang Puguh, diikuti 80–90 siswa per kegiatan dengan menghadirkan narasumber anggota DPRD, ormas, LSM, KPU, Bawaslu, hingga Bupati dan Wakil Bupati Purworejo.
“Tujuannya adalah mengubah persepsi bahwa politik itu kaku atau kotor menjadi instrumen demokrasi yang inklusif, menyenangkan, dan relevan bagi generasi muda,” tegas Lepot menimpali.
Terkait materi yang disampaikan dalam Sekolah Politik ini, Lepot menyebut terkait terkait demokrasi dan politik.
“Kami ingin para peserta memahami bahwa dalam menentukan pilihan, mereka harus menggunakan hati nurani, tanpa intervensi dari partai politik maupun pihak lain,” imbuhnya.
Puguh menambahkan, inovasi lainnya bernama Sinau Kebangsaan yang bertujuan untuk memperluas akses belajar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika secara daring.
Sasaran dari inovasi ini, terang Puguh, pelajar, mahasiswa, guru, ormas, organisasi kepemudaan, ASN, hingga masyarakat umum. Cakupan materinya meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, pendidikan politik, bela negara, pencegahan radikalisme, moderasi beragama, ketahanan nasional, serta rencana materi anti-narkoba.
Nanang juga menambahkan, dalam melaksanakan program Sinau Kebangsaan ini pihaknya menggandeng berbagai elemen masyarakat, seperti organisasi kejuangan DHC 45, Legiun Veteran, Pepabri, serta organisasi kemasyarakatan lainnya yang berperan aktif dalam ketahanan nasional melalui platform website serta media sosial resmi yang dilengkapi sesi tatap muka dan pelatihan digital.
“Melalui inovasi Sinau Kebangsaan, kami menyediakan media pembelajaran kebangsaan berbasis digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui website serta media sosial resmi,” terang Nanang.
Melalui sinergi Sekolah Politik dan Sinau Kebangsaan, Kesbangpol Purworejo optimistis dapat melahirkan warga negara yang cerdas secara politik, sadar demokrasi, serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan inovasi ini dengan baik,” pungkas Nanang. (Jon)





