KORANJURI.COM – Suasana khidmat upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMK Kesehatan Purworejo pada Kamis, 1 Oktober 2026, diwarnai momen membanggakan.
Sekolah secara resmi menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba menulis esai tingkat internal yang diinisiasi oleh Tim Literasi Numerasi sekolah.
Lomba penulisan esai ini merupakan implementasi dari kegiatan “Jupit” (Jumat Pintar Literasi Numerasi) yang sebelumnya telah sukses digelar pada Jum’at, 25 September 2026.
Mengusung tema besar “Darurat Literasi Kesehatan bagi Remaja”, ajang ini diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap kelas X dan XI.
Inayatul Khairiyah, S.Pd., selaku guru Bahasa Indonesia sekaligus penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa lomba ini lahir dari evaluasi rapor pendidikan yang menunjukkan perlunya peningkatan kemampuan menganalisis teks dan informasi kebahasaan siswa.
“Jadi dari kami, Tim Literasi Numerasi SMK Kesehatan Purworejo kemarin mengkaji rapor pendidikan. Ternyata rapor pendidikan ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan terkait dengan literasi dan numerasi,” ujar Inayatul Khairiyah.
Dari puluhan naskah yang masuk, dewan juri internal dari guru Bahasa Indonesia berhasil menyaring tiga karya terbaik dengan gagasan yang sangat unik dan ditetapkan menjadi para pemenang.
Tiga karya terbaik ini, juara 1 diraih Juliana Mauliana Putru (XI Keperawatan 2) dengan judul “Bukan Sekadar Scrolling: Membangun Ketahanan Mental Remaja dari Dampak Tekanan Sosial Era Digital Melalui Aplikasi PINTAR”, juara 2 diraih Syahira Hanania (XI Keperawatan 4) dengan judul “Jangan Biarkan Jempol Membunuhmu: Upaya Pencegahan Hoaks Medis Melalui Edukasi Literasi Digital di Kalangan Pelajar”serta Juara 3 diraih Alinda Sri Hidayah (XI Keperawatan 4) dengan judul “Sinergi Pola Makan Seimbang dan Gaya Hidup Aktif Strategi Membangun Ketahanan Fisik Remaja”.
Inayatul Khairiyah berharap, dari lomba esai ini semakin banyak lagi anak-anak yang gemar membaca dan gemar menulis. Ini juga sebagai salah satu cara menemukan bibit-bibit yang nantinya bisa ikut lomba, baik itu lomba menulis esai maupun lomba menulis karya ilmiah.
“Ini juga sebagai upaya kita untuk meningkatkan literasi anak-anak di SMK Kesehatan Purworejo.” terang Inayatul Khairiyah.
Peraih juara pertama, Juliana mengaku terinspirasi mengangkat isu kecanduan media sosial karena realitas tersebut sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini.
Dalam esainya, ia menawarkan solusi inovatif berupa “Ruang Jeda”, sebuah mekanisme eskalasi bantuan mulai dari teman sebaya, guru BK, hingga Puskesmas atau psikolog bagi remaja yang mengalami tekanan mental akibat dunia digital.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos. M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kritisnya pola pikir para siswa dalam menuangkan gagasan solutif tersebut.
“Tentu saya bangga, saya senang gitu, ternyata anak-anak kita, anak-anak SMK Kesehatan Purworejo kemampuan literasinya cukup dan salah satu indikatornya adalah mereka mampu melihat potensi, melihat kendala yang dihadapi oleh generasi semasanya dan kemudian juga mampu memberikan solusi,” ungkap Nuryadin.
Kepala sekolah juga berpesan agar para siswa senantiasa memegang teguh prinsip 3T (tertib ibadah, tertib belajar, tertib organisasi), berakhlak anggun, unggul intelektual, serta siap menjadi pemimpin bangsa yang berideologi kuat di masa depan.(Jon)





