KORANJURI.COM – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus memacu kapasitas para pelaku usaha pariwisata di desa penyangga Zona Otorita Borobudur.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Pendampingan Usaha Pariwisata Bidang Kuliner, Kriya, Fashion, dan Eduwisata yang kini resmi memasuki tahap kedua.
Pada tahap ini, BPOB memfokuskan pendampingan pada pengembangan bundling souvenir. Strategi ini dihadirkan untuk mendorong kolaborasi antar pelaku usaha sekaligus mengerek nilai tambah produk-produk lokal di kawasan Menoreh.
Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Usaha melalui Pengembangan Bundling Souvenir”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian fasilitasi berkelanjutan BPOB.
Tujuannya membantu masyarakat mengoptimalkan potensi produk lokal dan membuka peluang bisnis baru lewat kerja sama lintas sektor.
Lewat konsep bundling kolaboratif, para pelaku usaha diajak menyatukan beragam produk lokal ke dalam satu paket souvenir yang memiliki tema, identitas, serta nilai jual bersama.
Penyusunan paket ini digarap matang dengan mempertimbangkan karakter produk, target konsumen, komposisi, kemasan, hingga narasi cerita (storytelling) yang merepresentasikan keunikan lokal Menoreh.
Selama pelatihan, para peserta dibekali tahapan praktis dalam menyusun paket bundling, yakni menentukan produk utama (hero product) dan produk pendamping, memetakan sasaran pembeli secara tepat, merancang nama paket serta pesan utama yang memikat, memilih kemasan yang aman, estetis, dan menarik, serta melengkapi paket dengan story card berisi kisah autentik produk beserta profil pembuatnya.
Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BPOB, Ifran Suharto, menegaskan bahwa inovasi paket souvenir ini menjadi jalan pintas bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar.
“Kolaborasi antarpelaku usaha membuka peluang bagi UMKM untuk saling melengkapi keunggulan produk dan menciptakan paket souvenir yang memiliki nilai tambah. Melalui pendekatan ini, produk lokal tidak hanya ditawarkan secara individual, tetapi juga dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata yang memiliki identitas dan daya tarik tersendiri,” kata Ifran Suharto, Jum’at (30/10/2026).
Pendampingan ini menaruh perhatian besar pada kekuatan storytelling. Narasi yang diangkat mencakup asal-usul produk, proses pembuatan yang unik, profil pembuat, hingga manfaat produk bagi pembeli. Seluruh cerita disajikan secara jujur dan autentik guna menguatkan karakter produk sekaligus merebut kepercayaan wisatawan.
Lewat sinergi lintas bidang (seperti kuliner, kriya, hingga fashio), para pelaku usaha kini bisa menciptakan variasi souvenir yang lebih kaya dan relevan dengan tren pasar pariwisata saat ini.
Komitmen BPOB dalam mendampingi masyarakat desa penyangga Borobudur Highland akan terus bergulir secara berkelanjutan. Kolaborasi erat antara masyarakat, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dan stakeholder terkait diharapkan mampu membangun ekosistem pariwisata yang makin berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Jon)





