Jadi Keynote Speaker Seminar Nasional UMPWR, Mendikdasmen Bahas Penerapan Deep Learning

oleh
Mendikdasmen.Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional UMPWR, Kamis (22/05/2025) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Prodi PGSD UMPWR (Universitas Muhammadiyah Purworejo) menggelar Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2025 dengan tema ‘Pendekatan Deep Learning pada Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Abad 21’.

Bertempat di ruang seminar Kampus Sucen UMPWR, Kamis (22/05/2025), seminar nasional yang diikuti ratusan peserta dari unsur mahasiswa, guru dan umum ini berlangsung secara luring dan daring.

Menghadirkan narasumber Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D., Guru Besar Emeritus UNY dan Prof. Dr.Siska Desy F, M.Si., guru besar UMPWR, seminar nasional dibuka oleh Wabup Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom.,M.Si.

Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti membahas tentang Deep Learning, yakni pendekatan belajar yang menekankan pemahaman mendalam, penguasaan kompetensi, dan keterlibatan aktif siswa.

Abdul Mu’ti menyebut, pembelajaran mendalam ini sebuah kebijakan dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat pendidikan dasar dan menengah dengan pendekatan mindful learning (belajar dengan kesadaran penuh), meaningful learning (belajar dengan makna), dan joyful learning (belajar dengan kegembiraan).

“Saya tegaskan, pembelajaran mendalam ini bukan kurikulum baru, tapi pendekatan dalam pembelajaran yang bisa diterapkan baik dalam kurikulum K13 maupun dalam kurikulum merdeka,” ujar Abdul Mu’ti.

Pembelajaran mendalam ini, kata Abdul Mu’ti, juga bukan impor dari luar negeri, tapi itu adalah sistem pembelajaran pendekatan yang ada dalam khasanah pendidikan di tanah air, ada juga dipraktekkan di beberapa negara maju.

“Kita berusaha dengan pembelajaran yang mendalam ini, murid-murid dapat belajar dengan penuh semangat, antusias sehingga mereka dapat menjadi insan-insan pembelajar yang memiliki kemampuan yang tinggi, ketrampilan dan juga akhlak yang mulia,” tandas Abdul Mu’ti.

Dion Agasi berharap metode pembelajaran yang digagas Mendikdasmen ini bisa segera disebarluaskan ke tenaga pendidik dan segera bisa diterapkan di sekolah-sekolah yang ada di Purworejo.

Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk mendukung program unggulan Mendikdsmen, termasuk penerapan pembelajaran mendalam.

Menurut Dion, ini menarik, dengan metode ini tenaga pendidik diminta memotivasi siswa, memberi pemahaman kepada siswa, tidak hanya menghafal, tetapi juga siswa memahami yang dipelajari, sehingga bisa diaplikasikan.

“Dan tenaga pendidik menjadi tulang punggung sekaligus ujung tombak dalam mensukseskan kita menuju generasi emas 2045,” ungkap Dion.

Terpisah, Suyoto, M.Pd., Dosen Prodi PGSD UMPWR selaku ketua panitia seminar nasional ini menjelaskan, bahwa kegiatan seminar nasional merupakan agenda rutin tahunan yang digelar Prodi PGSD UMPWR.

Menurut Suyoto, sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan seminar nasional ini yang berlangsung secara luring dan daring. Para peserta ini merupakan unsur guru, kepala sekolah, mahasiswa PGSD semester 2 dan 6, beberapa pengurus Dikdasmen Muhamadiyah Purworejo dan kepala SD serta pemakalah.

“Harapannya dengan materi Deep Learning ini supaya guru ataupun calon guru benar-benar tahu, yang nantinya bisa diterapkan di sekolah dan mereka sudah siap,” terang Suyoto.

Dalam seminar nasional yang berlangsung sehari ini, selain para peserta, juga dihadiri Ketua PDM Purworejo, Drs Pudjiono beserta jajaran, Rektor UMPWR Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., beserta jajaran, jajaran Kementerian Dikdasmen, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Jon)