KORANJURI.COM – Kabar gembira bagi masyarakat yang berencana mudik melalui jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah pada Lebaran 2026. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Provinsi Jawa Tengah memastikan jalur strategis yang dikenal dengan nama Jalur Daendels tersebut akan dalam kondisi bebas lubang sebelum arus mudik dimulai.
Kepala PPK 2.6 Provinsi Jawa Tengah, Wahyuningsih Tri Hermani, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan akselerasi perbaikan jalan di sepanjang 66,67 kilometer jalur Pansela.
“Target kami H-10 Lebaran sudah zero lubang. Perbaikan kami lakukan secara intensif agar saat arus mudik nanti jalanan sudah aman dan nyaman bagi pengendara,” ujar Wahyu, Rabu (04/03/2026).
Perbaikan jalan ini mencakup dua titik krusial yang menjadi urat nadi transportasi di wilayah selatan Jawa Tengah, yakni ruas Jladri – Tambakmulyo – Wawar sepanjang 50,25 kilometer yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen serta ruas Wawar – Congot (perbatasan Purworejo -Yogyakarta) sepanjang 16,42 kilometer.
Wahyu menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi umumnya berupa lubang dan kerusakan ringan akibat faktor cuaca. Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, aspal menjadi lebih rentan terkelupas.
“Meski demikian, dipastikan jalur ini bebas dari risiko banjir,” ungkap Wahyu.
Untuk mengejar target “Zero Lubang” tersebut, PPK 2.6 Jawa Tengah menambah kekuatan personel di lapangan.
Kata Wahyu, saat ini terdapat lima tim patching yang bekerja serentak di ruas jalur Daendels Pansela yang di wilayah kerjanya.
Kendala yang dihadapi tim di lapangan diantaranya adalah faktor cuaca. Tim teknis harus berpacu dengan waktu di sela-sela turunnya hujan agar material aspal dapat terpasang dengan sempurna.
Selain memastikan kemantapan jalan, pemerintah juga memperhatikan kenyamanan pemudik dengan menyediakan fasilitas penunjang. PPK 2.6 Provinsi Jawa Tengah akan mendirikan Posko Lebaran mulai H-10.
Lokasi Posko berada di sekitar Rest Area Wiromartani (Ruas Jladri-Tambakmulyo-Wawar KM 75+600). Posko tersebut berfungsi sebagai tempat istirahat dan pusat informasi bagi pemudik yang melintas.
Menutup keterangannya, Wahyu mengimbau agar para pemudik mematuhi rambu dan batas kecepatan, serta beristirahat bila lelah.
“Kami mengimbau pemudik memastikan kendaraan laik jalan, mematuhi rambu dan batas kecepatan, serta beristirahat bila lelah. Manfaatkan rest area untuk beristirahat dan tetap waspada di titik rawan kemacetan maupun saat cuaca kurang bersahabat. Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Semoga seluruh pemudik selamat sampai tujuan.” (Jon)





