Bupati Purworejo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas digelarnya Bulan Penuh. Pihaknya berharap, karya-karya seniman yang dikenalkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekaligus mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni.
“Saya berharap kepada seluruh seniman dan pecinta seni untuk terus membangkitkan semangat dan proses kreatif, sehingga iklim berkesenian di Kabupaten Purworejo dapat lebih hidup. Mudah-mudahan seni budaya dapat tumbuh berkembang, sebagai penjaga ketahanan bangsa sekaligus menjadi salah satu penggerak roda ekonomi,” katanya.
Diungkapkan, seni budaya juga merupakan sarana untuk membentuk jati diri dan karakter bangsa, karena bangsa yang mempunyai karakter tidak akan mudah compang-camping dan terpecah belah. Ekonomi boleh melambat, politik boleh jatuh-bangun, tetapi jati diri dan karakter bangsa yang tercermin dalam budaya tidak boleh luntur.
“Penduduk Purworejo yang multi budaya, multi etnis dan multi agama, pada hakikatnya merupakan potensi dan modal dasar untuk membangun Kabupaten Purworejo. Selain mengelola budaya dan melestarikan kebudayaan dengan baik dan profesional, penting bagi kita memperkokoh ketahanan budaya, yang dalam pelaksanaannya melibatkan semua pihak, baik pemerintah, para pelaku, pemerhati dan segenap insan seni dan budaya maupun masyarakat luas,” ungkap Yuli Hastuti.
Salah satu inisiator sekaligus show director Bulan Penuh, Achmad Fajar Chalik, menyampaikan bahwa seni pertunjukan di Kabupaten Purworejo, baik tradisi maupun kontemporer, yang selama ini dikreasikan, dikembangkan, dan dipromosikan telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat luas.





