Keakraban Mahasiswa Baru PBSJ di Dolan Deso, Sekaligus Sosialisasikan Visi Keilmuan dan SOTK

oleh
Malam keakraban dan outbound mahasiswa Prodi PBSJ UMPWR yang dilaksanakan di Dolan Deso, Kulon Progo, Yogyakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan malam keakraban dan outbound mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) yang dilaksanakan di Dolan Deso, Kulon Progo, Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (11/10/2025) ini diikuti oleh mahasiswa baru bersama pengurus Himpunan Mahasiswa PBSJ (HIMA PBSJ), dosen, dan tenaga kependidikan.

Kegiatan keakraban menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, teman satu angkatan, kakak tingkat, serta para dosen dan tenaga kependidikan.

Berbagai aktivitas kebersamaan dan outbound dikemas secara santai sehingga mahasiswa dapat belajar membangun komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan rasa saling menghargai.

Dalam kegiatan tersebut, Kaprodi PBSJ, Dr. Aris Aryanto, M.Hum., memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan visi keilmuan Program Studi PBSJ.

Kepada mahasiswa baru disampaikan bahwa visi keilmuan PBSJ adalah Menjadi program studi unggul dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jawa berbasis IPTEKS, dan berjiwa kewirausahaan berlandaskan nilai-nilai Islam.”

Visi tersebut menjadi arah bagi pengembangan pembelajaran dan berbagai kegiatan akademik di PBSJ. Mahasiswa diajak memahami bahwa pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa tidak hanya berkaitan dengan penguasaan bahasa, sastra, dan budaya Jawa, tetapi juga perlu berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) serta membuka ruang bagi tumbuhnya jiwa kewirausahaan.

Selain itu, nilai-nilai Islam menjadi landasan dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki integritas, tanggung jawab, etika, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus menjadi pribadi yang kreatif, profesional, dan berkarakter.

Selain sosialisasi visi keilmuan, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) Program Studi PBSJ.

Penjelasan tersebut membantu mahasiswa memahami peran program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta organisasi mahasiswa dalam mendukung kegiatan akademik dan pengembangan kemahasiswaan.

Sesi diskusi berlangsung cukup hidup. Mahasiswa baru menunjukkan antusiasme dan keberanian untuk bertanya serta menyampaikan pandangan. Berbagai pertanyaan muncul mengenai kegiatan perkuliahan, organisasi mahasiswa, peluang pengembangan diri, penelitian, kegiatan budaya, hingga prospek lulusan PBSJ.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membangun rasa memiliki terhadap program studi. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi awal tumbuhnya solidaritas, komunikasi, dan budaya belajar yang positif di lingkungan PBSJ.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak mengenal program studinya, tetapi juga memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa merupakan proses untuk belajar, berkarya, berorganisasi, menjaga budaya Jawa, memanfaatkan teknologi, serta mengembangkan potensi kewirausahaan.

Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, mahasiswa baru PBSJ diharapkan semakin memahami arah keilmuannya dan memiliki motivasi untuk tumbuh bersama menjadi generasi yang mampu membawa pendidikan, bahasa, dan sastra Jawa tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah perubahan zaman, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.(Jon)