Kejutan Pra-POPDA, Dua Cabor Purworejo Lolos ke Tingkat Provinsi

oleh
Cabor peraih medali emas dan perak dari Purworejo di ajang Pra Popda Jateng - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kabupaten Purworejo. Kontingen Purworejo yang berlaga dalam Pra Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah (Eks-Karesidenan Kedu) Tahun 2026 di Kabupaten Wonosobo berhasil menorehkan prestasi gemilang yang melebihi ekspektasi awal.

Dua cabang olahraga (cabor) andalan, yakni Sepak Takraw dan Bola Voli, secara resmi dinyatakan lolos dan siap melaju ke kompetisi POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

Keberhasilan ini terbilang istimewa lantaran perolehan medali yang dibawa pulang oleh para atlet pelajar ini melampaui target yang dipatok oleh jajaran dinas terkait. Dari target awal yang hanya membidik 2 medali emas, tim Purworejo justru sukses menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Widodo, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas perjuangan seluruh atlet dan ofisial di lapangan.

“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Purworejo, dari target emas yang kita targetkan di Karesidenan kemarin dari keempat cabor, kita melebihi target. Dari target semula emasnya 2, peraknya 2, kemudian perunggunya 1, realisasinya kemarin kita berhasil mendapatkan 3 emas dan 1 perak,” ujar Widodo saat dikonfirmasi pada Jum’at (12/06/2026).

Widodo merinci, sumbangan medali emas terbesar lahir dari cabor Sepak Takraw. Di luar dugaan, nomor ganda (double event) dan nomor beregu putra berhasil menyapu bersih podium tertinggi dan membalikkan prediksi awal.

“Emasnya dari takraw, yaitu dari nomor ganda sama beregu. Padahal takraw kemarin kami prediksi hanya perak, tetapi justru malah ini bisa memborong 2 emas sekaligus,” tambahnya dengan nada optimistis.

Sementara itu, satu medali emas tambahan berhasil diamankan oleh tim Bola Voli Putri setelah tampil dominan sepanjang laga pada tanggal 10-11 Juni kemarin. Untuk tim Bola Voli Putra, mereka harus puas membawa pulang medali perak setelah mengakui keunggulan tim Kabupaten Kebumen dalam laga final yang berlangsung sengit.

“Untuk voli putra, kemarin kita sebenarnya memprediksi emas. Namun di lapangan, tim Kebumen ternyata tampil lebih bagus dan berhasil mengungguli kita. Ya, karena bola itu bundar, segala hal bisa terjadi di arena pertandingan,” jelas Widodo secara realistis.

Berdasarkan regulasi kompetisi, hanya peraih peringkat pertama (emas) dan peringkat kedua (perak) di tingkat Pra-POPDA Karesidenan yang berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian, meskipun Purworejo mengirimkan 4 cabor pilihan—yaitu sepak bola, sepak takraw, bola basket, dan bola voli—dengan total kekuatan 75 atlet dan 17 ofisial, hanya dua cabor (Sepak Takraw dan Bola Voli) yang dipastikan melesat ke fase berikutnya.

Widodo juga meluruskan anggapan mengenai status representasi atlet di tingkat selanjutnya. Dirinya menegaskan bahwa kelolosan ini tetap membawa bendera daerah asal secara mandiri, bukan melebur dalam tim Karesidenan.

“Mereka bertanding ke provinsi tetap mewakili Kabupaten Purworejo, bukan atas nama Kedu secara kolektif. Karena di Karesidenan Kedu ini kan ada Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang. Masing-masing kabupaten yang meraih juara 1 dan 2 akan mengirimkan timnya sendiri untuk beradu di tingkat provinsi dengan pemenang dari kelompok wilayah (karesidenan) lainnya,” terangnya secara rinci.

Menatap kompetisi utama di bulan September nanti, pihak Dinporapar Purworejo mengaku tetap menjaga optimisme tinggi. Manajemen akan segera melakukan evaluasi menyeluruh serta membangun komunikasi intensif bersama pengurus kabupaten (Pengkab) cabor guna merumuskan strategi penargetan medali di Jawa Tengah.

Keberhasilan di luar prediksi ini, menurut Widodo, tidak lepas dari matangnya ekosistem kompetisi lokal di tingkat basis. Seleksi POPDA tingkat kabupaten yang berjalan ketat serta suburnya turnamen mandiri yang digagas oleh klub-klub lokal di luar agenda rutin pemerintah terbukti menjadi pilar utama penyokong ketajaman mental bertanding para atlet.

“Kami sangat optimistis, khususnya untuk takraw dan voli ini, kita punya peluang besar untuk membawa pulang piala. Ke depan kami juga akan komunikasikan target-target ini dengan cabor lain yang juga akan berangkat ke provinsi bulan September besok,” pungkasnya. (Jon)