MA An-Nawawi Berjan Purworejo Siap ‘Go International’, Fasilitasi Siswa Kuliah di Turki

oleh
Kepala MA An Nawawi Berjan Purworejo H. Sahlan, S.Ag., M.S.I., didampingi Muhammad Huda Mabrur, S.H., foto bersama dengan petinggi salah satu perguruan tinggi dari Turki - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Madrasah Aliyah (MA) An-Nawawi Berjan Purworejo terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi global. Terbaru, MA An-Nawawi turut serta dalam ajang bergengsi Türkiye–Indonesia Focus Group Discussion (FGD) in Education yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Senin (26/01/2026).

Pada kegiatan ini mempertemukan perwakilan 26 universitas ternama asal Turki dengan sekolah-sekolah unggulan di Indonesia, salah satunya dari MA An-Nawawi untuk melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke negara lintas benua tersebut.

Kepala MA An-Nawawi Berjan Purworejo, H. Sahlan, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari inovasi madrasah melalui Program Kelas Internasional.

Jika selama ini lulusan MA An-Nawawi identik dengan Universitas Al-Azhar di Mesir atau negara Timur Tengah lainnya, kini Turki menjadi destinasi baru yang sangat potensial.

“Harapannya MA An-Nawawi bisa semakin Go International. Selama ini kami rutin mengirim siswa ke luar negeri setiap tahun. Melalui FGD ini, kami ingin membuka peluang lebih luas lagi bagi siswa yang ingin merasakan kuliah di Turki,” ujar H. Sahlan, Sabtu (07/02/2026).

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa kuliah di Turki menawarkan keunggulan dari sisi biaya yang kompetitif. Sebagai contoh, di Anadolu University, biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) bisa menyentuh angka sekitar 160 USD per tahun.

Beberapa poin penting bagi calon mahasiswa yang tertarik kuliah ke Turki, kata H.Sahlan, bahwa proses seleksinya relatif mudah, umumnya menggunakan seleksi nilai rapor dan ijazah. Mahasiswa baru diwajibkan mengikuti program belajar bahasa Turki di tahun pertama.

Beasiswa penuh umumnya disediakan oleh Pemerintah Turki, sementara universitas menyediakan jalur mandiri dengan biaya kuliah yang sangat terjangkau bagi siswa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, H.Sahlan yang didampingi Muhammad Huda Mabrur, S.H., sempat melakukan diskusi dengan lima perguruan tinggi dari Turki, yakni Anadolu University, Kastamonu University,
Bayburt University, Kafkas University dan Istanbul Sahabattin Zaim University.

Meski saat ini fokus pada sosialisasi jalur mandiri dan pengenalan gaya hidup di Turki, respon siswa MA An-Nawawi dilaporkan sangat positif. Koordinator Bimbingan Konseling (BK) mencatat adanya antusiasme tinggi dari para siswa untuk mengeksplorasi peluang studi ini.

“Sudah ada alumni kami yang saat ini menempuh studi di sana, yakni Fatimah alumni 2024 yang kuliah di Bartın Üniversitesi. Kami berharap jumlah ini terus bertambah ke depannya,” pungkas Sahlan. (Jon)