Mahasiswa KKN UMPWR Gelar Seminar “Optimalisasi Live TikTok” di Balai Desa Tunjungan

oleh
Foto bersama usai pelaksanaan Seminar "Optimalisasi Live TikTok" di Balai Desa Tunjungan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM –
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) di Desa Tunjungan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo melaksanakan seminar edukasi dengan tema “Optimalisasi Live TikTok”, Kamis (05/02/2026), di balai desa setempat.

Ketua KKN Desa Tunjungan, Rafli Fatkhurroziq menyebut, kegiatan ini menyasar warga Desa Tunjungan, khususnya kalangan anak muda, yang aktif memanfaatkan live TikTok sebagai media berjualan.

“Seminar diselenggarakan setelah mahasiswa KKN UMPWR melakukan survei dan menemukan berbagai permasalahan yang kerap dialami warga saat berjualan secara live, terutama terkait pelanggaran kebijakan, pembatasan fitur, hingga penutupan akun oleh pihak TikTok,” ungkap Rafli, Senin (09/02/2026).

Berdasarkan hasil survei tersebut, diketahui bahwa sebagian besar warga Desa Tunjungan, terutama generasi muda, menggantungkan penghasilan dari penjualan bibit tanaman dan pohon bugenvil melalui siaran langsung TikTok.

Meskipun memiliki potensi pasar yang besar, minimnya pemahaman terhadap peraturan dan kebijakan platform sering kali menjadi kendala utama yang berdampak pada keberlangsungan usaha mereka.

“Sebagai upaya memberikan solusi atas permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UMPWR mengadakan seminar edukasi dengan menghadirkan Ibu Nur Khasanah sebagai narasumber,” jelas Rafli.

Seminar ini diikuti oleh 20 orang peserta yang merupakan pelaku usaha dan pemuda Desa Tunjungan yang aktif melakukan penjualan melalui live TikTok.

Dalam paparannya, Ibu Nur Khasanah menjelaskan cara melakukan live TikTok yang sesuai dengan kebijakan platform, kesalahan-kesalahan umum yang sering menyebabkan pelanggaran, serta strategi membangun interaksi yang aman dan efektif dengan penonton agar penjualan tetap optimal.

Rafli menyampaikan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut dari temuan lapangan yang dialami langsung oleh warga.
Dikatakan, bahwa seminar diadakan berdasarkan hasil survei dan keluhan warga terkait kendala peraturan serta pelanggaran saat live TikTok.

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, warga Desa Tunjungan khususnya generasi muda dapat lebih memahami aturan live TikTok sehingga risiko pelanggaran dapat diminimalkan dan usaha mereka bisa berjalan lebih berkelanjutan,” ujar Rafli.

Kegiatan seminar berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan sesuai dengan permasalahan yang mereka hadapi selama berjualan melalui live TikTok.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan usaha digital masyarakat Desa Tunjungan secara berkelanjutan,” pungkas Rafli. (Jon)