KORANJURI.COM – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Purworejo sukses menggelar acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) FKDT se-Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo pada Minggu (24/05/2026)
Ketua Panitia Pelaksana, Masruhin, M.Pd., melaporkan bahwa prosesi pelantikan ini diikuti oleh sekitar 160 orang pengurus baru yang berasal dari 16 kecamatan (DPAC) di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo.
Selain pelantikan, rangkaian acara juga diisi dengan Seminar Kebangsaan yang diikuti antusias oleh seluruh peserta.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Purworejo yang diwakili oleh Asisten 1 Ahmat Jainudin, S.IP., M.M., Kabag Kesra, perwakilan Kesbangpol, Kepala Kemenag Purworejo, serta Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purworejo.
Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Purworejo Komisi 4 yang membidangi kesejahteraan rakyat (Kesra), Muh Dahlan, S.E.
Dalam amanat dan arahannya, Bupati Purworejo yang disampaikan melalui Asisten 1 memberikan apresiasi yang luar biasa atas eksistensi dan peranan FKDT di Purworejo.
Pemerintah Daerah menilai FKDT memiliki tugas mulia dalam menguatkan pemahaman keagamaan bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD) serta menumbuhkembangkan akhlakul karimah sejak dini.
“Program kerja FKDT ini sangat sevisi dan sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Purworejo untuk membentuk generasi muda yang religius. Karena itu, Pemkab berkomitmen penuh mendukung program-program yang akan dijalankan ke depan,” ujar Asisten 1 Ahmat Jainudin.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Purworejo, Muhammad Churdaini, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya memberikan amanah yang menyentuh hati para pengurus dan guru Madrasah Diniyah (Madin).
Ia menegaskan bahwa roda organisasi FKDT wajib dijalankan dengan dua dasar yang kokoh, yakni ikhlas dan rasa perjuangan.
“Menjadi pengurus FKDT dan guru Madin itu berbeda dengan sekolah formal seperti SD, MI, SMP, atau MTs. Di sini tidak ada nominal honor yang sepadan dengan besarnya pengorbanan untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegas Muhammad Churdaini.
Ia berharap dengan modal keikhlasan dan mental pejuang yang kuat, para guru dan pengurus tetap tegar menghadapi berbagai kendala internal maupun eksternal. Dengan begitu, tujuan mulia membentuk insan berkarakter, cerdas spiritual, dan berakhlak mulia dapat terwujud demi kemaslahatan Kabupaten Purworejo.
Meski mendapat dukungan penuh, FKDT Purworejo blak-blakan mengungkap kendala eksternal yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bersama. Salah satunya adalah sulitnya memotivasi anak-anak agar semangat belajar agama di Madrasah Diniyah karena persoalan regulasi ijazah.
Saat ini, ijazah dari Madin belum memiliki poin penilaian atau nilai tambah (poin plus) ketika anak mendaftar ke jenjang sekolah menengah (SLTP/MTs).
“Ini adalah PR besar kita. Perlu ada kerja bareng dan sinergi yang kuat antara stakeholder terkait, mulai dari Pemerintah Daerah, Kemenag, Dinas Pendidikan Purworejo, hingga masyarakat luas. Kita berharap ke depan ijazah Madin bisa dihargai menjadi nilai tambah bagi siswa yang mendaftar ke SLTP, sehingga anak-anak kembali terpicu dan semangat belajar agama,” harap Muhammad Churdaini.
Di sisi lain, DPC FKDT Purworejo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati, Wakil Bupati, beserta jajaran Pemkab Purworejo atas kepeduliannya memberikan insentif bagi guru ngaji dan guru Madin.
Meski diakui belum bisa merata ke seluruh guru, bantuan tersebut dinilai sudah sangat membantu kesejahteraan para pendidik agama. FKDT berharap program ini tidak berhenti di periode ini saja, melainkan terus berlanjut dan nominalnya dapat ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.
Terkait pembenahan internal, Kepala Kemenag Purworejo yang diwakili oleh Kasi Pakis, Ismu Hayadi, S.H., mengingatkan pentingnya tertib administrasi melalui pemutakhiran data EMIS (Education Management Information System) serta izin operasional.
Berdasarkan data Kemenag, dari total sekitar 259 Madrasah Diniyah (Madin) yang ada di Kabupaten Purworejo, tercatat baru sekitar 50-an Madin yang datanya masuk dan ter-update di EMIS.
“Ini menjadi cambuk bagi para pengelola dan manajemen Madin di Purworejo untuk lebih bersemangat lagi dalam meningkatkan kualitas manajemen dan tertib administrasi lembaga masing-masing,” pungkas Ismu Hayadi. (Jon)





