KORANJURI.COM – Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) SMK Kesehatan Purworejo kembali menunjukkan prestasi gemilang dengan mendapat kepercayaan bertugas dalam Upacara HUT RI ke-80 di Kecamatan Purworejo dan Kelurahan Pangenjurutengah.
21 siswa Paskibra SMK Kesehatan Purworejo bergabung dengan Paskibra dari SMAN 7 Purworejo untuk menjadi Tim Paskibra tingkat Kecamatan Purworejo pada upacara HUT RI ke-80, Minggu (17/08/2025).
Heni Ria Agustin, S.Pd., salah satu pembina Paskibra SMK Kesehatan Purworejo menjelaskan, untuk Paskibra kecamatan seleksinya waktu liburan sekitar bulan Juli.
“Untuk yang tingkat kelurahan, dari Paskibra, paduan suara, marching band dan petugas upacaranya, semua dari SMK Kesehatan Purworejo,” ujar Heni, Sabtu (16/08/2025).
Yang lebih membanggakan, salah satu siswa SMK Kesehatan Purworejo, Lunetta Minerva Yaditama, dari kelas X Keperawatan 1, menjadi pembawa bendera saat pengibaran bendera di Kecamatan Purworejo.
“Ini merupakan salah satu momen yang paling membanggakan bagi sekolah,” kata Heni, yang menjadi pembina Paskibra bersama Faris Ridhar Rakhman, S.Pd., Ns. Yessy Widyasari, S. Kep., dan Fauzia Rahmawati, M.Pd.
Menurut Heni, SMK Kesehatan Purworejo relatif terus dipercaya menjadi Paskibra baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., merasa bangga dan bahagia karena institusinya mendapat kepercayaan dari pemerintah.
Karena dengan ini, sebut Nuryadin, artinya menempatkan SMK Kesehatan Purworejo sejajar dengan sekolah-sekolah terbaik lainnya, mengingat sekolah-sekolah terbaik ini berada di Kecamatan Purworejo.
Dengan kepercayaan ini, Nuryadin berharap dapat meningkatkan semangat dan gairah anak-anak maupun guru untuk lebih serius lagi dalam membimbing dan mengembangkan potensi yang ada.
“Kepercayaan ini juga akan menambah kepercayaan masyarakat Purworejo dan sekitarnya untuk bisa sekolah di SMK Kesehatan Purworejo,” ungkap Nuryadin.
Nuryadin menjelaskan bahwa pendekatan Multiple Intelegence yang diterapkan sekolah memungkinkan semua potensi yang ada pada anak untuk dikembangkan, termasuk baris berbaris atau PBB.
“Dengan demikian, SMK Kesehatan Purworejo dapat terus meningkatkan kualitas dan prestasi siswa-siswanya,” pungkas Nuryadin. (Jon)





