KORANJURI.COM – Kabar membanggakan datang dari SMK Kesehatan Purworejo. Salah satu siswinya, Pitaloka Febri Diah Satifa (X Keperawatan 4), sukses meraih Juara 1 dalam Kejuaraan Tenis Lapangan ‘Pelti Cup’ dalam rangka Haornas 2025 tingkat Kabupaten Purworejo.
Kejuaraan bergengsi ini diselenggarakan oleh Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Purworejo dan berlangsung dari tanggal 4 hingga 26 Oktober 2025, yang terbagi dalam kategori umum dan pelajar.
“Pita turun di kelas pelajar tingkat SLTA putri dan berhasil menorehkan prestasi gemilang,” ujar Guru Olahraga SMK Kesehatan Purworejo, Ari Murti Wijayanti, S.Or., Jum’at (31/10/2025).
Atas capaian ini, Pita berhak mendapatkan hadiah berupa piala, medali emas, piagam, serta sejumlah uang pembinaan. Bagi SMK Kesehatan Purworejo, raihan prestasi ini merupakan yang pertama kali dalam cabang olahraga (cabor) Tenis Lapangan.
Ari Murti mengungkapkan bahwa Pita sudah menekuni cabor Tenis Lapangan sejak kelas 2 SD. Kedepan, Ari berharap, Pita tetap rajin berlatih dan sering mengikuti event-event atau kejuaraan Tenis Lapangan, baik di tingkat lokal, namun ke tingkatan yang lebih tinggi.
“Di SMK Kesehatan Purworejo untuk sementara belum ada ekstrakurikuler Tenis Lapangan. Pita berlatih di klubnya,” jelas Ari.
Pita sendiri selama ini berlatih di klub tenis yunior dengan jadwal latihan dua kali seminggu. Prestasinya di dunia tenis memang tidak diragukan lagi.
Dia sudah sering mengikuti berbagai kejuaraan dan meraih juara, bahkan pernah menjadi atlet Popda tingkat Kabupaten Purworejo mewakili SMPN 15 Purworejo. Selain tenis, Pita juga pernah mengikuti kejuaraan panjat tebing dan atletik.
Pita menyampaikan rasa bangganya atas prestasi ini, yang sejalan dengan cita-citanya untuk menjadi atlet Tenis Lapangan profesional di masa depan. Ia mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.
“Semoga di Popda tahun depan bisa meraih juara 1 dan melaju hingga ke Kejurnas,” harap Pita.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., mengaku sangat bangga atas capaian anak didiknya. Beliau berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi dan spirit bagi anak-anak lainnya untuk berprestasi di bidang apapun.
Nuryadin menjelaskan bahwa sekolahnya sangat serius membimbing setiap potensi yang dimiliki siswa.
“Dari sekolah dalam pendekatan ke siswa dengan Multiple Intelegence, di mana didalam konsepnya, tidak ada istilah anak itu bodoh. Dengan metode ini, dari pihak sekolah melakukan pemetaan potensi anak, untuk mengetahui bakat dan minat siswa seperti apa. Seluruh potensi anak kita kembangkan,” ujar Nuryadin.
Capaian prestasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada semangat siswa dan guru pembimbing, tetapi juga pada penerimaan siswa baru.
“Anak-anak SMP yang ingin berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik, dan punya potensi apapun, silakan untuk melanjutkan studinya di SMK Kesehatan Purworejo,” tutup Nuryadin. (Jon)





