KORANJURI.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kegiatan yang berlangsung Rabu (18/12/2024) ini dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen prodi dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL).
Pelatihan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pengembangan kurikulum pendidikan teknik, yaitu Prof. Dr. Muji Setya, M.T. dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
Dalam paparannya, Prof. Muji menjelaskan bahwa pendekatan OBE menekankan pada pencapaian kompetensi akhir mahasiswa sebagai fokus utama proses pembelajaran.
“Oleh karena itu, setiap komponen dalam RPS, mulai dari CPL, CPMK, sub-CPMK, metode pembelajaran, hingga instrumen asesmen, harus dirancang secara sistematis dan saling terintegrasi,” jelas Prof Muji dalam sesinya.
Menurut Prof. Muji, penyusunan RPS berbasis OBE tidak sekadar mengganti format dokumen, tetapi merupakan perubahan paradigma dalam merancang pembelajaran.
“OBE menuntut adanya keselarasan konstruktif (constructive alignment) antara capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan metode penilaian. Jika ketiganya selaras, maka proses pembelajaran akan lebih terarah dan hasilnya dapat diukur secara objektif,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan, para dosen tidak hanya menerima materi secara konseptual, tetapi juga melakukan praktik langsung penyusunan dan revisi RPS masing-masing mata kuliah.
Diskusi berlangsung aktif, terutama dalam menyelaraskan indikator penilaian dengan level kognitif taksonomi Bloom serta merancang asesmen autentik yang mampu mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).
Ketua Prodi PTO UMPWR, Dwi Jatmoko, M.Pd., dalam sambutannya saat pembukaan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan implementasi kurikulum OBE berjalan secara optimal di tingkat mata kuliah.
Ia menegaskan bahwa kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan yang tertuang dalam RPS.
Melalui pelatihan ini, kata Dwi Jatmoko, dosen dapat mengintegrasikan pendekatan OBE secara lebih komprehensif dalam proses pembelajaran. Setiap mata kuliah harus benar-benar berkontribusi terhadap pencapaian profil lulusan.
“Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi pada pencapaian kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pendidikan vokasi,” ungkap Dwi Jatmoko.
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa penguatan RPS berbasis OBE juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan kesiapan menghadapi tuntutan akreditasi.
Implementasi OBE diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, keterampilan problem solving, serta kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi otomotif.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini, menunjukkan kalau Prodi PTO serius dalam mengembangkan sistem pembelajaran yang terstandar, terukur, dan berorientasi pada kualitas lulusan,” pungkas Dwi Jatmoko.
Kegiatan pelatihan ini ditutup dengan sesi refleksi dan komitmen bersama untuk melakukan monitoring dan evaluasi implementasi RPS pada semester berikutnya. (Jon)





