KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus mematangkan langkah nyata dalam mentransformasikan kawasan Heroes Park menjadi Kebun Raya Heroes Park Purworejo.
Setelah merampungkan dokumen Master Plan dan mengantongi Kajian Kelayakan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tahapan kini berfokus pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Penataan Kebun Raya Heroes Park Segmen 1.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono melalui Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Keanekaragaman Hayati Heroes Park, Irawan Rudi, mengungkapkan bahwa progres perencanaan berjalan sesuai dengan regulasi dan pendampingan dari BRIN.
Lahan seluas 10,67 hektar tersebut telah resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati sebagai peruntukan kebun raya.
“Kami sudah menyelesaikan laporan akhir untuk DED Penataan Kebun Raya Heroes Park Segmen 1 di tahun ini. Harapannya, realisasi fisik bisa mulai berjalan pada tahun depan, tentu dengan menyesuaikan kondisi dan skala prioritas anggaran pemerintah daerah,” ujar Irawan Jum’at (19/06/2026).
Menurut Irawan, fokus utama pada pembangunan Segmen 1 adalah mengatasi masalah klasik di kawasan Heroes Park, yakni keterbatasan akses air untuk penyiraman tanaman, terutama saat musim kemarau panjang.
Selama ini, pengelola bahkan harus menyuplai air menggunakan mobil tangki dari bawah hanya untuk mempertahankan tanaman yang ada.
Oleh karena itu, di Segmen 1 ini direncanakan pembangunan kolam konservasi atau embung kecil. Embung ini berfungsi menangkap limpasan air hujan (run-off) untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber penyiraman mandiri kala kemarau tiba.
“Selain embung, Segmen 1 juga mencakup penataan akses jalan di wilayah timur dan sistem irigasi sekeliling kawasan,” ungkap Irawan.
Sementara itu, untuk Segmen 2 direncanakan menyasar area bekas gedung SD yang telah dibongkar hingga ke sisi barat taman, yang nantinya akan difokuskan pada penataan Taman Tematik.
Sebanyak 11 zona tanaman disiapkan, mulai dari zona Tanaman Toponimi, Tanaman Upacara Adat Jawa, Tanaman Obat, Tanaman Penghasil Serat dan Pewarna, hingga forested area. Untuk Segmen 3, pengembangan akan diarahkan ke wilayah timur-selatan yang dulunya merupakan eks UPT Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun).
Menurut Irawan, Kebun Raya Heroes Park Purworejo mengusung tema spesifik, yaitu Konservasi Tumbuhan Bernilai Etnobotani
Kawasan Bumi Bagelen dan Pegunungan Menoreh. Keunikan lain yang akan diangkat adalah penguatan nilai historis lokal.
“Ke depan, penamaan zona-zona di kebun raya, termasuk kolam konservasi, akan menggunakan nama-nama pahlawan, khususnya pahlawan asal Purworejo. Ini selaras dengan nama Heroes Park, tempat menempa generasi muda yang berjiwa pahlawan sekaligus membumikan sejarah bahwa Purworejo adalah Kota Pejuang,” tambah Irawan.
Meskipun statusnya masih dalam tahap inisiasi dan perencanaan, dimana secara umum proses sebuah kebun raya dari awal hingga resmi launching rata-rata memakan waktu hingga 10 tahun, Kabupaten Purworejo terus aktif dilibatkan dalam forum nasional Pendamping Kebun Raya Indonesia.
Bersama DLHP Purworejo, UPT Kahati Heroes Park rutin mengikuti Temu Pendamping Kebun Raya Indonesia yang diselenggarakan oleh BRIN baik secara daring maupun luring, serta forum sharing berkala bersama enam pengelola kebun raya se-Jawa Tengah yang diinisiasi oleh BRIDA Provinsi Jawa Tengah, yang terakhir dilaksanakan Kamis (18/06/2026).
Sebagai informasi, di Jawa Tengah sendiri baru ada tiga daerah yang sudah resmi melakukan launching kebun raya, yaitu Baturraden (Banyumas), Tidar (Magelang), dan Indrokilo (Boyolali). Sedangkan Purworejo, bersama Wonosobo (Kalianget) dan Semarang (Tinjomoyo), berada di barisan daerah yang tengah serius merintis.
“Nantinya, Kebun Raya Heroes Park akan diproyeksikan sebagai kawasan privat terzonasi yang menjalankan lima fungsi utama kebun raya secara seimbang: konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan,” pungkas Irawan. (Jon)





