KORANJURI.COM – Kabupaten Purworejo menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sebanyak empat sekolah di Purworejo dinyatakan lolos sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2025. Sekolah-sekolah tersebut adalah SDN Sidomulyo, SMPN 13 Purworejo, SMPN 15 Purworejo, dan SMPN 17 Purworejo.
Penerimaan penghargaan prestisius ini direncanakan akan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, pada Kamis, 11 Desember 2025 di Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Kabid Konservasi dan Penataan, Nenny Isnugrahaeny Prasetyowati, S.Hut., menjelaskan proses seleksi yang ketat. Awalnya, Kabupaten Purworejo mengajukan 6 sekolah untuk diseleksi di tingkat nasional.
“Seleksinya melalui provinsi terlebih dahulu dan yang lolos hanya 5. Setelah diajukan dan diseleksi di kementerian, yang lolos hanya 4,” jelas Nenny pada Senin (8/12/2025).
Pengajuan Sekolah Adiwiyata Nasional dilakukan melalui aplikasi SIDIA milik kementerian, dimulai pada bulan April dan Mei lalu, dengan data dukung yang mencakup 2 tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk melihat perubahan perilaku dan komitmen sekolah dalam pelaksanaan gerakan berbudaya dan peduli lingkungan hidup.
Untuk lolos di tingkat nasional, sekolah harus memenuhi 29 indikator dari 6 aspek perilaku ramah lingkungan dan mendapatkan nilai minimal 90 dari indikator-indikator tersebut.
Proses penilaian sendiri dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat kabupaten. Sekolah dengan nilai di atas 90 kemudian diajukan ke provinsi. Dari hasil penilaian di tingkat provinsi, satu sekolah dinyatakan tidak memenuhi syarat, sehingga hanya 5 sekolah yang diajukan ke kementerian. Setelah seleksi akhir di kementerian, hanya empat sekolah yang berhasil lolos.
Tahun sebelumnya, Kabupaten Purworejo juga berhasil meloloskan 3 sekolah Adiwiyata Nasional dan 1 sekolah Adiwiyata Mandiri.
Nenny Isnugrahaeny menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar penerimaan penghargaan, melainkan yang lebih penting adalah komitmen di dalam keberlanjutan kegiatan.
“Jadi tidak hanya sekedar menerima penghargaan terus selesai, namun yang paling penting adanya perubahan perilaku pada warga sekolah berkaitan dengan kegiatan-kegiatan lingkungan hidup,” ujarnya.
Dengan demikian, kata Nenny, diharapkan penghargaan nasional ini dapat menjadi penyemangat dan pendorong bagi warga sekolah untuk lebih giat lagi dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, baik di lingkungan sekolah maupun sekitarnya. (Jon)





