KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026 untuk mata lomba Keperawatan (Health and Social Care).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (13/01/2026) ini dibuka oleh Ketua PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Purworejo, Heru Prastowo.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyatakan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Menurutnya, persiapan maksimal telah dilakukan, mulai dari sarana prasarana hingga penyambutan kontingen.
“LKS ini bukan sekadar lomba, melainkan program resmi Kemendikbudristek untuk mencari bibit unggul yang akan mewakili daerah hingga tingkat internasional. Lebih penting lagi, ini adalah bahan evaluasi capaian kinerja guru dan kompetensi siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Nuryadin, di sela acara pembukaan.
Transparansi dan standar penilaian dalam ajang ini sangat dijaga dengan melibatkan juri profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sebanyak tiga juri ahli dikerahkan untuk memastikan kompetensi siswa sesuai dengan standar industri kesehatan.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pemberdayaan Politik PPNI, R. Agus Siswanto, S.Kep., M.Kes., menekankan pentingnya pengukuran kompetensi bagi calon tenaga kesehatan.
“Tanpa pengukuran, kita tidak tahu sejauh mana pengembangan kompetensi yang diberikan sekolah. Kami berharap lulusan SMK kesehatan nantinya dapat bersinergi dengan PPNI dan terus mengembangkan diri sesuai kewenangan tanggung jawabnya,” ungkap Agus.
Koordinator Bidang Kesehatan MKKS Purworejo, Kusumandari, S.Pd., Gr., M.Pd., menjelaskan bahwa LKS tahun 2026 ini mencakup 20 mata lomba yang tersebar di 13 SMK negeri dan swasta.
Untuk bidang kesehatan, kompetisi dibagi menjadi dua kategori utama, Keperawatan (Health and Social Care) dipusatkan di SMK Kesehatan Purworejo dengan peserta dari SMK Kesehatan Purworejo, SMK Bakti Putra Bangsa (Bharasa), SMK As-Shiddiqiyyah, dan SMK Pancasila 1 Kutoarjo.
Untuk mata lomba Farmasi (Pharmacy), dipusatkan di SMK Pancasila 2 Kutoarjo dengan peserta dari SMK Kesehatan Purworejo, SMK Pancasila 2 Kutoarjo, dan SMK Bharasa.
“Sistem tuan rumah kami buat bergilir. Tujuannya agar ada rasa keadilan dan para guru produktif dapat saling mengenal fasilitas antar-sekolah di Purworejo,” jelas Kusumandari.
Melalui kompetisi ini, kata Kusumandari, diharapkan muncul jawara-jawara baru yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga tangguh dalam praktik, guna mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga Nasional. (Jon)





