Rutan Purworejo Siap Implementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

oleh
Karutan Purworejo David Saptoaji Putra - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo tancap gas di awal tahun 2026. Di bawah kepemimpinan David Saptoaji Putra, Rutan Purworejo berkomitmen penuh mengimplementasikan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan guna memperkuat fungsi pembinaan dan pelayanan publik.

Kepala Rutan Purworejo, David Saptoaji Putra, menegaskan bahwa seluruh jajarannya siap melakukan akselerasi pada sejumlah poin krusial, mulai dari pemberantasan narkoba hingga dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Fokus utama Rutan Purworejo tetap pada aspek keamanan dan hak asasi,” jelas David, Selasa (13/01/2026).

Dikatakan, bahwa razia rutin, tes urin bagi petugas maupun warga binaan, serta pengawasan ketat terus dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba dan modus penipuan dari dalam rutan.

“Kami juga berupaya mengatasi overcapacity melalui solusi komprehensif, yakni mempercepat integrasi warga binaan ke masyarakat melalui program Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan pemberian remisi yang tepat sasaran,” ujarnya.

Memanfaatkan lahan tidur, Rutan Purworejo kini bertransformasi menjadi pusat produktivitas. Berbagai komoditas seperti padi, kangkung, terong, hingga budidaya lele telah berjalan sukses.

Rencana ke depan, kata David, pihaknya akan merambah ke budidaya itik atau entok. Hasilnya tidak hanya untuk konsumsi internal, tapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik singkong, telur asin, dan lele siap saji yang dipasarkan melalui koperasi dan UMKM,” tambah David.

Salah satu poin baru yang menonjol adalah kesiapan Rutan Purworejo mendukung program nasional Presiden melalui Dapur Sehat. Saat ini, dapur Rutan Purworejo telah mengantongi sertifikat laik higiene dan sertifikat halal.

“Kami tinggal berkoordinasi dengan Pemda Purworejo agar warga binaan yang tersertifikasi dapat berkontribusi dalam pengolahan makanan bergizi gratis bagi masyarakat,” jelasnya.

Hal menarik lainnya adalah penemuan adanya warga binaan yang belum bisa baca-tulis serta belum lulus jenjang SD hingga SMA. Rutan Purworejo kini tengah mendata dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan program Kejar Paket.

“Karena pendidikan adalah hak setiap warga negara, tanpa memandang usia. Kami ingin mereka keluar dari sini tidak hanya membawa keterampilan fisik, tapi juga ijazah kesetaraan,” tegas David.

Sebagai bagian dari program aksi 2026, Rutan Purworejo juga mulai menjajaki penggunaan Solar Cell dan Biogas sebagai upaya efisiensi energi berbasis ramah lingkungan.

Di sisi lain, aksi kemanusiaan seperti layanan kesehatan gratis bagi pengunjung dan bakti sosial rutin setiap bulan tetap menjadi agenda tetap untuk mendekatkan institusi dengan masyarakat.

“Harapan kami, 15 program aksi ini dapat terlaksana optimal. Ini bukan sekadar menjalankan tugas, tapi bagaimana kita melayani dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat Purworejo,” pungkasnya. (Jon)