KORANJURI.COM – Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa STIKes Bantul di Dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul resmi berakhir.
Selama enam minggu mulai dari 2 Maret hingga 25 April 2026 para mahasiswa dari semester 6 ini tidak hanya memberikan asuhan keperawatan, tetapi juga berhasil membaur dengan seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai inovasi program.
Ketua Kelompok PKL STIKes Bantul, Rita Linda Safitri, menjelaskan bahwa 21 mahasiswa yang diterjunkan fokus pada asuhan keperawatan komunitas. Berbagai kegiatan strategis telah dilaksanakan, mulai dari penyuluhan penyakit degeneratif hingga peningkatan derajat kesehatan fisik warga.
“Kami memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dan kelompok gerontik (lansia). Selain itu, kami juga mengadakan penyuluhan hipertensi, diabetes melitus, hingga senam sehat bersama warga Dusun Soka,” ujar Rita di sela acara perpisahan, Jum’at (24/04/2026) malam.
Tak hanya di bidang kesehatan, para mahasiswa juga aktif dalam kegiatan sosial keagamaan seperti TPA, arisan warga, dan perkumpulan remaja, yang membuat kehadiran mereka sangat dirasakan manfaatnya oleh penduduk setempat.
Kepala Dusun Soka, Suyanto, memberikan pujian tinggi atas kinerja mahasiswa STIKes Bantul tahun ini. Menurutnya, kelompok kali ini menunjukkan kreativitas dan kemampuan adaptasi yang lebih unggul dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kelompok ini sangat bagus karena bisa membaur di segala aspek, baik keagamaan maupun kemasyarakatan. Masyarakat merasa sangat dekat dengan mereka karena inovasi dan kreativitas yang dibawa,” ungkap Suyanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga Soko yang telah menerima mahasiswanya dengan tangan terbuka. Ia berharap pengalaman lapangan ini menjadi bekal berharga sebelum mereka terjun ke dunia kerja profesional di rumah sakit.
Ketua LPPM STIKes Bantul, Martinus Aditya Hardianto, menegaskan bahwa keberhasilan PKL ini merupakan bukti kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
“Perguruan tinggi yang besar adalah yang mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak lagi kaku saat nanti benar-benar terjun sebagai tenaga kesehatan profesional,” jelasnya.
Acara penutupan ditutup dengan malam perpisahan yang hangat bersama warga Soka, menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di wilayah tersebut dengan harapan silaturahmi dan kerja sama antara STIKes Bantul dan Desa Seloharjo dapat terus berlanjut di masa depan. (Jon)





