Tak Cuma Belajar di Kelas, Siswa SMK Bharasa Purworejo Latih Soft Skill Lewat Bazar Ramadhan

oleh
Bazar Ramadhan SMK Bharasa Purworejo di Desa Kerep, Kemiri dengan program tebus murah paket sembako - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Memasuki momen Ramadhan 1447 Hijriah, SMK Bhakti Putra Bangsa (SMK Bharasa) Purworejo kembali menggelar aksi sosial tahunan bertajuk “Expedisi Ramadhan”. Tahun ini, Desa Kerep, Kecamatan Kemiri, terpilih menjadi pusat kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (14/03/2026) hingga Minggu (15/03/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Ruang Kebersamaan untuk Menebar Kebaikan” ini sukses menyedot antusiasme ratusan warga. Tidak hanya sekadar ajang promosi sekolah, bazar ini hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

Kepala SMK Bharasa Purworejo, Kusumandari, S.Pd., Gr., M.Pd., menjelaskan bahwa salah satu daya tarik utama acara ini adalah tebus murah paket sembako. Berbeda dengan pasar umum, pihak sekolah langsung mengambil barang dari supplier tanpa mengambil keuntungan sepeser pun.

“Tujuannya adalah memberikan kesempatan masyarakat belanja sembako murah. Kami menjual dengan harga supplier, jadi tidak ada up nominal. Misalnya, telur yang di pasaran mencapai Rp32.000, di sini warga cukup membayar Rp27.000 per kilogram,” ujar Ndari, panggilan Kusumandari, Sabtu (14/03/2026) di sela kegiatan.

Selain satu kuintal lebih telur, panitia juga menyediakan ratusan paket minyak goreng, gandum, hingga produk paket Ramadhan dari berbagai sponsor seperti Ibiza dan Aruna Citra Tour and Travel.

Tak hanya urusan perut, kesehatan warga juga menjadi prioritas. Melalui organisasi PMR, siswa-siswi kompeten SMK Bharasa Purworejo memberikan layanan cek kesehatan gratis berupa tensi dan cek gula darah.

Ketua Panitia, Nailurroja, menambahkan bahwa terdapat inovasi unik tahun ini berupa stand thrifting (pakaian bekas layak pakai).

“Baju-baju ini adalah hasil donasi siswa dan guru. Menariknya, setengah dari keuntungan penjualan akan masuk kas organisasi, sementara sisanya akan kami santunkan kepada anak yatim piatu,” jelasnya.

Bagi internal SMK Bharasa Purworejo, bazar yang sudah memasuki tahun kedua ini merupakan laboratorium soft skill bagi para siswa. Mereka ditantang untuk menyusun proposal kegiatan, bernegosiasi dengan sponsor dan pihak luar, berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Karang Taruna Desa Kerep, mengadakan lomba-lomba kreatif untuk anak SD dan SMP.

“Pembelajaran tidak melulu soal materi di kelas. Di sini mereka belajar berorganisasi dan berani berbicara di depan publik,” tambah Ndari.

Dibandingkan tahun lalu yang hanya berlokasi di sekitar sekolah (Borokulon), tahun ini SMK Bharasa Purworejo sengaja “jemput bola” hingga ke tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan agar keberadaan SMK Bharasa Purworejo semakin dikenal luas sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga di berbagai pelosok Purworejo.

Dengan antusiasme warga yang begitu tinggi, pungkas Ndari, pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikan Bazar Ramadhan sebagai agenda rutin tahunan dengan lokasi yang berpindah-pindah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata. (Jon)