Latih Jiwa Sedekah di Bulan Ramadhan, Keluarga Besar SMPN 4 Purworejo Bagi-bagi Takjil

oleh
Simbolis penyerahan Takjil kepada masyarakat yang dilakukan Kepala SMPN 4 Purworejo, Teguh Prayitno, S.Pd., M.M.Pd. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Suasana sore di kawasan Amphitheater Alun-alun Purworejo dan alun-alun Cangkrep tampak lebih hangat dari biasanya pada Sabtu (14/03/2026). Puluhan siswa pengurus OSIS SMPN 4 Purworejo turun ke jalan, bukan sekadar berkumpul, melainkan membawa misi mulia dengan berbagi keberkahan Ramadhan.

Kegiatan rutin tahunan ini kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Sebanyak 600 paket nasi ayam boks dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 500 paket.

Koordinator pelaksana kegiatan, Drs. Pawitno, M.M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh dana yang digunakan merupakan hasil donasi sukarela keluarga besar sekolah selama 18 hari pertama Ramadan.

“Dana terkumpul dari siswa mencapai Rp12 juta lebih, ditambah dari guru dan karyawan sebesar Rp8 juta lebih. Total sekitar Rp20 juta dikelola untuk berbagai kegiatan positif,” ujar Pawitno.

Selain pembagian takjil, dana tersebut juga dialokasikan untuk peringatan Nuzulul Qur’an di UMPWR, pengadaan fasilitas ibadah (ampli dan perlengkapan mushala) senilai Rp3 juta, santunan bagi siswa internal yang membutuhkan serta kegiatan rutin seperti tadarus, kultum, dan pesantren kilat.

Ada yang menarik dalam aksi tahun ini. Sembari para pengurus OSIS membagikan paket makanan, tim kesenian SMPN 4 Purworejo turut menghibur warga di panggung Amphitheater. Alunan musik dan penampilan seni tersebut sengaja dihadirkan untuk menyemarakkan suasana ngabuburit masyarakat Purworejo.

“Ini adalah syiar Ramadan sekaligus ajang promosi sekolah. Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan di SMPN 4 Purworejo seimbang antara akademik, seni, dan pembentukan karakter,” tambah Pawitno.

Kepala SMPN 4 Purworejo, Teguh Prayitno, S.Pd., M.M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim kesiswaan dan para siswa. Sebagai alumni tahun 1985, ia merasa bangga melihat regenerasi yang memiliki empati tinggi.

“Kata kunci orang sukses di masa depan adalah kemampuan di bidang afektif atau sikap. Melalui kegiatan berbagi ini, kami menanamkan toleransi, kepedulian, dan kemampuan berorganisasi di hati para siswa,” tegas Teguh.

Ia berharap kegiatan ini menjadi investasi karakter yang akan berimbas pada kehidupan siswa di masa depan, menjadikan mereka pribadi yang kondusif dan proaktif di tengah masyarakat. (Jon)