KORANJURI.COM – Sebuah torehan sejarah baru saja dicetak oleh SMP Negeri 36 Purworejo. Untuk pertama kalinya sejak sekolah ini berdiri, salah satu putra terbaiknya berhasil menembus ketatnya persaingan masuk ke SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, salah satu sekolah menengah paling bergengsi di Indonesia.
Adalah Ridzo Mulanto, siswa kelas 9A asal Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, yang berhasil memecahkan rekor tersebut. Kabar membanggakan ini diterima Ridzo melalui akun CBT Taruna Nusantara pada Minggu, 26 April 2026.
Ridzo menceritakan bahwa perjalanannya menuju SMA Taruna Nusantara tidaklah mudah. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang sangat kompetitif, mulai dari administrasi hingga tes akademik daring yang meliputi mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
“Setelah lolos tahap satu, saya harus mengikuti tes kesehatan di Yogyakarta, mulai dari cek darah, urine, hingga rekam jantung dan rontgen,” ujar anak bungsu dari pasangan Tulus Tringajono dan Sriningsih tersebut saat diwawancarai, Senin (27/4/2026).
Tak berhenti di situ, Ridzo juga harus menjalani karantina selama empat hari di Asrama Haji Yogyakarta untuk mengikuti tes psikotes dan tes kebugaran yang mencakup lari 12 menit, pull-up, push-up, sit-up, hingga shuttle run.
Kepala SMPN 36 Purworejo, Suryadi, S.Kom, M.M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Ia menyebut Ridzo sebagai bukti nyata bahwa sekolah di pinggiran bukan berarti tidak bisa berprestasi nasional.
“Ini sejarah bagi kami. Walaupun Mas Ridzo tinggal di pelosok (pucuk gunung) dan sekolah kami berada di pinggiran, dia membuktikan bahwa dengan motivasi tinggi, siapa pun bisa meraih prestasi luar biasa,” kata Suryadi.
Selain akademis, Ridzo dikenal aktif sebagai Wakil Ketua OSIS dan pernah mewakili sekolah dalam lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
Suryadi berharap keberhasilan Ridzo dapat memicu semangat siswa lainnya. Selain Ridzo, satu siswa lain yakni Brilian Putra Perdana juga berhasil lolos ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation.
Meski berhasil masuk ke sekolah yang identik dengan kedinasan militer atau kepolisian, Ridzo memiliki pandangan yang unik mengenai masa depannya. Alih-alih mengincar seragam aparat, ia justru bercita-cita menjadi pengusaha di bidang pertanian dan peternakan.
“Saya ingin menjadi petani dan peternak modern. Saya lebih memilih membangun usaha sendiri karena ingin lebih bebas berkarya,” ungkap remaja ini dengan optimis.
Kini, dengan bekal disiplin dan fasilitas lengkap yang akan didapatkannya di SMA Taruna Nusantara, Ridzo siap membawa nama baik Purworejo dan SMPN 36 Purworejo ke tingkat yang lebih tinggi. (Jon)





