KORANJURI.COM – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) mendorong transformasi praktik pembelajaran guru melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 6 Purworejo, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Praktik Pembelajaran Guru melalui Pembelajaran Mendalam” di SMAN 6 Purworejo tersebut dikoordinatori oleh Joko Purwanto, M.Pd. dan diikuti 30 guru dari berbagai mata pelajaran.
Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian materi.
Melalui Pembelajaran Mendalam, guru didorong merancang pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, kontekstual, serta berpusat pada peserta didik.
Dengan demikian, peserta didik tidak sekadar mengetahui materi, tetapi juga mampu memahami, menghubungkan, merefleksikan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
Program PkM dilaksanakan secara partisipatif, kolaboratif, praktik, dan reflektif. Rangkaian kegiatan meliputi analisis kebutuhan, workshop penguatan konsep, pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, observasi, refleksi bersama, serta evaluasi dan penyusunan tindak lanjut.
Guru tidak hanya mendapatkan penguatan secara konseptual, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba dan mendiskusikan penerapannya sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan positif dalam praktik pembelajaran. Guru mulai memahami Pembelajaran Mendalam sebagai proses membangun pemahaman konseptual, keterhubungan pengetahuan, refleksi, dan penerapan dalam konteks nyata.
Perubahan juga terlihat pada perangkat pembelajaran yang mulai bergeser dari sekadar memenuhi kebutuhan administratif menuju desain pengalaman belajar melalui pertanyaan pemantik, aktivitas kontekstual, diskusi kolaboratif, proyek autentik, dan asesmen yang lebih beragam.
Pendampingan juga membuka ruang bagi guru untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya refleksi di sekolah.
Meski demikian, evaluasi masih menemukan sejumlah tantangan, terutama keterbatasan waktu, kebutuhan adaptasi terhadap perubahan paradigma pembelajaran, serta penguatan kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan asesmen autentik.
Koordinator PkM, Joko Purwanto, M.Pd., menegaskan bahwa perubahan praktik pembelajaran membutuhkan proses yang berkelanjutan.
“Guru tidak cukup hanya diberi pemahaman tentang konsep baru. Guru perlu ruang untuk mencoba, mendapatkan umpan balik, melakukan refleksi, dan belajar bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UMPWR berharap kemitraan dengan SMAN 6 Purworejo dapat terus berkembang sehingga transformasi pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi tumbuh menjadi budaya belajar profesional yang berdampak pada pengalaman belajar peserta didik.(Jon)





