Workshop Deep Learning Tingkatkan Literasi dan Numerasi Guru SMKN 7 Purworejo

oleh
Kaprodi PTO UMPWR Dwi Jatmoko, M.Pd., saat mengisi materi pada Workshop Deep Learning di SMKN 7 Purworejo, Selasa (17/06/2025) – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Diikuti semua guru, SMKN 7 Purworejo menggelar kegiatan workshop bertema “Penerapan Deep Learning Berorientasi pada Kemampuan Literasi dan Numerasi’, Selasa (17/06/2025).

Bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), khususnya Prodi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) workshop ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan pemahaman mendalam mengenai pendekatan deep learning dalam pembelajaran vokasi.

Secara seremoni, workshop yang menghadirkan dua dosen dari FKIP UMPWR ini dibuka oleh Pengawas SMK dari Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Jateng H. Achmad Chamdani, S.Pd., M.Pd.

Dalam paparannya, Achmad Chamdani menekankan bahwa peningkatan kompetensi tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam merespons perubahan kebijakan pendidikan nasional, termasuk implementasi Asesmen Nasional yang fokus pada literasi dan numerasi.

“Untuk guru, mari terus berinovasi dan mengikuti perkembangan metode pembelajaran mutakhir, seperti deep learning, agar pembelajaran lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ajak Achmad Chamdani.

Pada sesi pertama, Dwi Jatmoko, M.Pd., Kaprodi PTO FKIP UMPWR dalam paparannya menjelaskan bahwa deep learning bukan sekadar pendekatan teknis, tetapi sebuah kerangka berpikir yang membantu siswa membangun pemahaman mendalam melalui eksplorasi, refleksi, dan koneksi antara konsep.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini sangat sesuai diterapkan di SMK karena mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan terlibat aktif dalam proses belajar.

Lebih lanjut, Dwi Jatmoko menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat memahami secara utuh konsep deep learning dan mampu menerapkannya secara kreatif di ruang kelas.

“Jika guru mampu menerapkan pendekatan ini dengan baik, maka ia tidak hanya menjadi pengajar yang efektif, tetapi juga good teacher yang mampu menginspirasi dan membimbing siswa untuk berpikir lebih dalam dan mandiri,” ujarnya.

Pada sesi akhir, Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., dosen PTO UMPWR menyampaikan materi tentang penyusunan modul ajar berbasis deep learning.

Dia menekankan pentingnya merancang modul yang tidak hanya padat konten, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk berpikir reflektif dan mengembangkan kemampuan literasi serta numerasi secara kontekstual.

“Dengan adanya sesi ini, diharapkan para guru mendapatkan bekal nyata dalam menerjemahkan konsep deep learning ke dalam praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak di lingkungan SMK,” kata Prof. Suyitno

Suasana diskusi selama sesi berlangsung sangat interaktif, menandakan antusiasme dan keterlibatan aktif para peserta.

Atas terlaksananya workshop ini, Kepala SMKN 7 Purworejo, Drs. Nuryati, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dan semangat para peserta.

Dia berharap melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memahami konsep dasar deep learning, tetapi juga mampu menyusun modul ajar berbasis pendekatan tersebut dan mengimplementasikannya di kelas.

“Semoga workshop ini mampu memperluas wawasan guru mengenai deep learning dan memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di SMK,” pungkas Nuryati. (Jon)