KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo resmi meluncurkan Purworejo Corporate University (Corpu) di Hotel MORAZEN Yogyakarta pada Rabu (28/10/2026).
Langkah strategis yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ini ditujukan untuk memperkuat budaya belajar serta mentransformasi birokrasi agar ASN semakin profesional.
Acara peresmian tersebut turut dirangkaikan dengan Penutupan Program Khusus Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Transformasi Jenjang Administrator serta Penyerahan Penghargaan Bidang Kepegawaian bagi Perangkat Daerah dan Peserta RPL.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, bersama Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi, SKom, MSi. Hadir pula Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Dr. Tri Ema Irawati, SSos, MPol Adm, Sekretaris BPSDMD Provinsi Jawa Tengah Dr. Anom Priyantoro, SPd, MPd, perwakilan Kepala BKN Region I, serta jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Purworejo.
Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH, menegaskan bahwa kehadiran Purworejo Corpu bukan sekadar kegiatan seremonial atau program pelatihan biasa. Ia memandang hal ini sebagai fondasi penting untuk mengubah kultur birokrasi daerah.
“Purworejo Corporate University yang hari ini kita resmikan bukan sekadar program pelatihan dan bukan pula kegiatan seremonial. Ini adalah sebuah gerakan perubahan budaya kerja, budaya belajar, dan budaya berbagi pengetahuan di seluruh perangkat daerah,” tegas Bupati Yuli Hastuti.
Bupati menjelaskan, peningkatan kapasitas ASN tidak terbatas pada ruang kelas formal saja. Pembelajaran harus lahir dari pengalaman harian di lapangan, proses menghadapi tantangan tugas, pencarian solusi, hingga kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga meminta para kepala perangkat daerah untuk mengambil peran aktif. Setiap instansi diwajibkan bertransformasi menjadi organisasi pembelajar yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa seluruh program pengembangan kompetensi harus berorientasi pada penyelesaian masalah nyata di masyarakat.
Fokus utama pembangunan daerah saat ini mencakup percepatan penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, transformasi digital, penguatan ekonomi masyarakat serta reformasi birokrasi
“Jangan sampai pembelajaran hanya menambah pengetahuan, tetapi tidak menghasilkan solusi dan perubahan yang nyata,” pesan Bupati.
Pada momen yang sama, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta Program Khusus RPL Transformasi Jenjang Administrator yang telah lulus.
Kabupaten Purworejo mencatatkan prestasi membanggakan sebagai daerah pertama di Jawa Tengah sekaligus pelopor tingkat kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakan program ini.
“Teruskan dan kembangkan apa yang telah saudara pelajari. Jadikan sebagai budaya kerja di unit kerja masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh organisasi dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain kelulusan RPL, diberikan pula penghargaan bidang kepegawaian kepada sejumlah perangkat daerah. Penghargaan ini diharapkan mampu memicu semangat instansi lain untuk mewujudkan tata kelola kepegawaian yang tertib, akuntabel, dan profesional.
Peluncuran Purworejo Corporate University menandai babak baru birokrasi Kabupaten Purworejo. Melalui integrasi sistem pembelajaran yang selaras dengan prioritas pembangunan, pemerintah daerah optimis mampu mencetak aparatur yang kompeten, adaptif, inovatif, serta berintegritas tinggi dalam melayani masyarakat.(Jon)





