JKN dan Mobile JKN: Menjadi Penopang Kesehatan dan Solusi Digital bagi Masyarakat

oleh
Tusnaeni dan Redina Agustin - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya sebagai jaring pengaman sosial yang nyata bagi masyarakat, baik dalam memberikan kepastian biaya pengobatan maupun kemudahan akses layanan melalui inovasi digital.

Hal ini dirasakan langsung oleh para peserta di wilayah Jawa Tengah, mulai dari pedagang kecil hingga ibu hamil.

Bagi Tusnaeni (39), seorang pedagang balon asal Depok RT 4 RW 4, Pejagoan, Kebumen, JKN adalah penyelamat bagi keluarganya. Suaminya yang mengidap Diabetes Melitus (DM) selama bertahun-tahun sempat mengalami kondisi memburuk hingga harus menjalani tiga kali operasi pada luka di kakinya.

Sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), Tusnaeni merasa sangat terbantu karena seluruh biaya operasi dan pengobatan intensif suaminya ditanggung sepenuhnya oleh JKN. Kini, meski masih rutin kontrol ke puskesmas, suaminya sudah bisa kembali beraktivitas berjualan balon.

“Kalau bukan karena JKN, saya tidak tahu bagaimana kami membayar semua biayanya. Sekarang berobat bisa gratis dan tidak pusing memikirkan biaya,” ungkap Tusnaeni penuh syukur.

Selain manfaat biaya, BPJS Kesehatan juga bertransformasi dalam sisi efisiensi layanan melalui aplikasi Mobile JKN.

Manfaat teknologi ini dirasakan oleh Redina Agustin (26), warga Desa Munggangsari RT 2 RW 3, Grabag, Purworejo. Sebagai ibu hamil yang rutin memeriksakan kandungan, Redina sangat mengandalkan fitur Antrean Online.

“Selama ini kesan saya menggunakan aplikasi Mobile JKN sangat baik. Fiturnya lengkap dan mudah diakses. Salah satu yang paling membantu adalah adanya kartu digital JKN. Jadi tidak perlu khawatir kalau mau berobat ke fasilitas kesehatan, cukup menunjukkan kartu digital dari aplikasi,” ungkap Redina, Selasa (07/04/2026).

Redina juga menambahkan, melalui Mobile JKN ia dapat dengan mudah mengecek status kepesertaan, apakah masih aktif atau tidak. Selain itu, peserta juga dapat melakukan pendaftaran di fasilitas kesehatan secara online langsung dari aplikasi.

Menurutnya, fitur ini sangat membantu, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan pelayanan rutin.

“Pengalaman saya sebelumnya menggunakan antrean manual, biasanya harus menunggu lama di fasilitas kesehatan. Tapi sekarang dengan antrean online di Mobile JKN, saya bisa daftar dari rumah dan memantau nomor antrean. Jadi waktu tunggu di faskes jadi lebih singkat dan tidak terlalu lama,” jelasnya.

Tak hanya itu, aplikasi Mobile JKN juga memberikan kemudahan dalam mengecek informasi iuran. Dari aplikasi tersebut, Redina mengetahui bahwa dirinya masih memiliki tunggakan iuran saat dirinya terdaftar sebagai peserta mandiri, yakni sebelum beralih ke segmen PBI.

Ia menyadari bahwa membayar iuran merupakan kewajiban peserta JKN.

“Saya sudah ada niat untuk memanfaatkan Program New Rehab 2.0 melalui aplikasi Mobile JKN agar bisa melunasi tunggakan iuran dengan mencicil. Menurut saya, program ini sangat membantu peserta yang ingin menyelesaikan kewajibannya dengan lebih ringan,” tuturnya.

Redina berharap aplikasi Mobile JKN dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik muda maupun tua. Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya memiliki JKN sebagai perlindungan kesehatan.

“Harapan saya, semua masyarakat bisa memanfaatkan Mobile JKN dengan baik dan sadar bahwa memiliki JKN itu sangat penting, karena kesehatan adalah kebutuhan utama,” pungkasnya. (Jon)