KORANJURI.COM – Peta kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purworejo mulai mengerucut.
Sebanyak enam nama calon sementara resmi diumumkan dalam forum Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Plaza, Minggu (19/04/2026) malam.
Daftar nama tersebut merupakan hasil pemetaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB berdasarkan usulan dari tingkat wilayah (DPW). Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa bursa calon ketua masih sangat cair dengan adanya pengunduran diri serta usulan nama baru dari kader akar rumput.
Berdasarkan hasil rapat pleno, berikut adalah enam kandidat awal yang telah masuk dalam pantauan pusat, yaitu Budi Sunaryo (Fraksi PKB Purworejo), Toha Mahasin (Sekretaris DPC PKB Purworejo),
Rudi Hartono (Fraksi PKB Purworejo), Zaenudin (Fraksi PKB Jawa Tengah) Shohibul Untung (Fraksi PKB Purworejo) dan
Rr. Nurul Khomariyah (Ketua DPC Perempuan Bangsa).
Meski namanya masuk dalam daftar, Rr. Nurul Khomariyah menyatakan mengundurkan diri dari proses pencalonan. Keputusan ini diambil lantaran dirinya tengah fokus mengikuti kontestasi sebagai Ketua Baznas.
Tak hanya terpaku pada enam nama tersebut, forum Muscab juga diwarnai aspirasi dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC). Para peserta mengusulkan tiga nama tambahan yang diharapkan bisa ikut dipertimbangkan oleh DPP, yakni Muh Dahlan (Fraksi PKB Purworejo), Hj. Nani Astuti (Fraksi PKB Purworejo) dan Muhaimin (Fraksi PKB Jawa Tengah).
Wakil Ketua DPC PKB Purworejo Budi Sunaryo didampingi Sekretaris DPC Toha Mahasin menjelaskan bahwa pengumuman daftar calon ini barulah tahap awal.
Para kandidat nantinya wajib melewati Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) yang ketat.
”Setelah ini akan ada UKK bekerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang. Meliputi tes psikologi, wawancara, dan penilaian lainnya. Keputusan akhir nanti ada di tangan Ketua Umum DPP PKB,” jelas Budi.
Mewakili Ketua Umum Muhaimin Iskandar, Anggota DPR RI Komisi XII, Hj. Ratna Juwita Sari saat membuka Muscab bertema “Sinergis Lintas Zaman, PKB Solid Bergerak Mewujudkan Kemaslahatan” ini menekankan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 memiliki beban berat, terutama dalam merangkul pemilih Generasi Z yang kini mendominasi hingga 68 persen.
”PKB harus adaptif. Politik kehadiran di tengah masyarakat adalah kunci. Dengan kerja nyata, kami optimistis target penambahan kursi di Pemilu 2029 bisa tercapai,” tegas Ratna. (Jon)





