Optimalkan Kualitas Pembelajaran, SMPN 31 Purworejo Siap Jadi Pelopor Implementasi PM dan KKA

oleh
Pelaksanaan kegiatan Advokasi Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 31 Purworejo terpilih menjadi salah satu dari tiga sekolah di Kabupaten Purworejo yang menjadi fokus penunjukan kegiatan strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menindaklanjuti arahan pusat, sekolah ini menggelar kegiatan Advokasi Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) pada Sabtu (16/05/2026) di aula sekolah setempat.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju sekolah model berbasis teknologi.

Kepala SMPN 31 Purworejo, Betty Indah Daluliyah, S.Pd., M.M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan respons cepat pihak sekolah pasca mengikuti koordinasi virtual (Zoom) yang diinstruksikan langsung oleh Direktorat SMP Kemendikdasmen beberapa waktu lalu.

“Dari sekian banyak sekolah di Purworejo, hanya tiga sekolah yang diambil oleh kementerian, termasuk kita. Ke depan arahnya memang dipersiapkan sebagai pilot project atau sekolah model untuk penerapan PM dan KKA ini,” ujar Betty di sela-sela kegiatan.

Betty mengakui, berdasarkan hasil supervisi akademik dari pengawas pembina sebelumnya, kualitas pembelajaran di SMPN 31 Purworejo dinilai masih perlu dioptimalkan, terutama dalam hal kedalaman materi (PM) dan integrasi teknologi informasi (KKA).

Melalui kegiatan advokasi yang diikuti oleh seluruh guru ini, ia berharap ada perubahan paradigma mengajar dari gaya tradisional ke arah yang lebih modern.

“Harapan saya, guru-guru yang tadinya masih menggunakan pembelajaran tradisional bisa berubah. Memang agak susah, tetapi pasti bisa kalau kita dampingi terus,” tegasnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, pihak sekolah langsung membentuk Komunitas Belajar (Kombel) yang dibagi berdasarkan rumpun mata pelajaran. Mengingat saat ini menjelang masa sibuk PPDB, aktivitas intensif Kombel akan digenjot penuh setelah proses penerimaan siswa baru selesai.

“Kombel ini akan menjadi wadah bagi kelompok guru per rumpun untuk berdiskusi mengenai masalah pembelajaran dan praktik mengajar demi memperbaiki kualitas pendidikan di sini,” tambah Betty.

Senada dengan Kepala Sekolah, Staf Kurikulum SMPN 31 Purworejo, Putu Asprila Sutejo, S.Pd., menjelaskan bahwa latar belakang agenda ini didorong oleh temuan pengawas mengenai belum meratanya pemahaman terkait PM dan coding di antara para pendidik.

“Tujuannya agar Bapak dan Ibu guru bisa lebih memahami implementasi PM dan koding dalam pembelajaran. Muaranya pasti untuk kebaikan siswa semua,” kata Putu.

Dalam advokasi ini, materi dipaparkan langsung oleh Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Mutmainah, S.Pd., M.Pd.

Dalam arahannya, Mutmainah menekankan pentingnya sinergi guru di dalam Komunitas Belajar yang kini terbagi menjadi 5 rumpun: Agama, Bahasa, MIPA, IPS, dan Porseni.

“Melalui Kombel, guru bisa belajar bersama. Ketika RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) disusun bersama dalam komunitas, teman-teman lain bisa memberikan ide atau gagasan dari berbagai sudut pandang, sehingga hasilnya jauh lebih efektif,” jelas Mutmainah.

Tak berhenti pada teori dan pembentukan Kombel, agenda berdurasi tiga hari ini langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata. Pihak sekolah telah menunjuk empat ‘guru model’ yang ditugaskan untuk melakukan praktik mengajar (micro teaching) di kelas nyata pada hari Selasa dan Rabu mendatang. Jalannya praktik mengajar tersebut akan dipantau langsung oleh delapan guru lain yang bertindak sebagai observer.

“Sebenarnya dari konsep RPP yang dibuat guru-guru di sini sudah bagus, hanya implementasinya di kelas yang perlu kita tingkatkan lagi lewat pendampingan berlanjut ini,” pungkas Mutmainah.

Sebagai program prioritas dari Kemendikbudristek, optimalisasi Pembelajaran Mendalam serta koding dan Kecerdasan Artifisial di SMPN 31 Purworejo diharapkan mampu melahirkan generasi didik yang adaptif, melek teknologi, dan memiliki daya pikir kritis yang tinggi. (Jon)