KORANJURI.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bantul sukses menyelenggarakan rangkaian Ujian Akhir Program (UAP) bagi mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan untuk tahun akademik 2026.
Momentum krusial ini ditandai dengan rampungnya ujian sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) gelombang terakhir yang dilaksanakan pada Rabu (01/07/2026).
Kerja keras para mahasiswa tersebut membuahkan hasil membanggakan dengan tingkat kelulusan sempurna mencapai 100 persen.
Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian luar biasa ini.
Beliau mengapresiasi daya juang mahasiswa serta keseriusan seluruh elemen civitas akademika yang telah mendampingi proses belajar mengajar hingga akhir.
“Alhamdulillah hari ini setelah melalui proses yang panjang, akhirnya ujian akhir program D3 Keperawatan STIKes Bantul berakhir dengan 100% lulus,” ujar Nuryadin.
Atas nama Ketua STIKes Bantul Nuryadin menyambut baik dan bersyukur kepada Allah atas semua proses yang telah dilalui oleh para mahasiswa, yang pada saatnya nanti Insya Allah di bulan September akan menjalani wisuda.
Nuryadin juga secara khusus berterima kasih kepada jajaran Wakil Ketua 1, 2, dan 3, Ketua Jurusan (Kajur), para dosen, serta tenaga kependidikan (tendik).
“Semoga kelulusan ini dapat menjadi modal yang kuat bagi para alumni untuk langsung terserap di dunia kerja, melanjutkan studi ke jenjang S1, maupun kuliah sambil bekerja,” harap Nuryadin
Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kurikulum STIKes Bantul, Natalia Erna Nuraini, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa keberhasilan lulus 100 persen ini diraih melalui proses akademik yang sangat ketat dan panjang.
Ujian Akhir Program (UAP) mahasiswa D3 Keperawatan ini setidaknya dibagi menjadi tiga tahapan utama, yakni tahap pertama ujian praktik klinik langsung di rumah sakit, tahap kedua proses bimbingan intensif penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI) serta tahap ketiga ujian sidang KTI (yang gelombang terakhirnya selesai hari ini).
“Sebelum menghadapi rangkaian ujian akhir, para mahasiswa tingkat akhir ini juga telah ditempa melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama dua semester penuh, yaitu pada semester 5 dan semester 6,” terang Natalia.
Dalam pelaksanaan praktik klinik dan ujian, STIKes Bantul memperluas jaringan kemitraan dengan beberapa institusi kesehatan terkemuka.
Untuk ujian akhir program kali ini, pihak kampus bekerja sama dengan RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan menempatkan mahasiswa di bangsal penyakit dalam, bangsal bedah, serta bangsal anak.
Sementara untuk PKL semester 5 dan 6, mahasiswa disebar di RSUD Panembahan Senopati, Rumah Sakit Nur Hidayah, Rumah Sakit Rajawali Citra, hingga praktik keperawatan komunitas di daerah Pundong.
Meski ujian KTI telah usai, perjuangan mahasiswa belum sepenuhnya selesai. Natalia memaparkan bahwa mulai esok pagi, seluruh mahasiswa D3 Keperawatan akan langsung mengikuti program pembekalan Ujian Kompetensi (Ukom).
Langkah ini krusial mengingat ujian Ukom nasional dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan Juli mendatang. Selain itu, sebelum resmi melepas lulusan ke bursa kerja, STIKes Bantul mewajibkan mahasiswa mengikuti pelatihan khusus Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).
“BTCLS itu pelatihan yang kita berikan ke mahasiswa untuk membekali sebelum mereka masuk ke dunia pekerjaan. Jadi, setiap perawat perlu dibekali dengan pelatihan BTCLS karena sertifikatnya dipakai sebagai sertifikat pendukung (wajib) untuk melamar pekerjaan,” jelas Natalia.
Setelah seluruh rangkaian evaluasi dari UAP, Ukom, hingga sertifikasi BTCLS terselesaikan dengan baik, para calon perawat baru ini dijadwalkan akan dikukuhkan melalui prosesi wisuda resmi yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan atau akhir September 2026.(Jon)





