KORANJURI.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di SDN 2 Wirun, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, berlangsung meriah dan penuh kehangatan, Sabtu (15/08/2026).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kemerdekaan kali ini menghadirkan inovasi unik berupa kolaborasi perlombaan antara guru, siswa, dan paguyuban orang tua murid.
Rangkaian kegiatan semarak kemerdekaan ini diawali dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah pada Rabu (12/08/2026) untuk menanamkan jiwa gotong royong kepada para siswa.
Dilanjutkan dengan berbagai lomba seru bagi siswa pada Kamis (13/08/2026), seperti cantol galon, estafet karet, mancing kerupuk, estafet air, balap egrang, hingga voli air.
Puncaknya, suasana kian semarak tatkala para guru dan paguyuban orang tua turut serta dalam arena lomba joged balon, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan estafet air yang diawali dengan senam bersama pada Sabtu (15/08/2026).
Kepala SDN 2 Wirun, Trijoko Winoto, S.Pd., M.M.Pd., mengungkapkan bahwa ide kolaborasi ini tercetus dari keinginan sederhana untuk mempererat hubungan emosional antara pihak sekolah dan keluarga.
Menurutnya, pertemuan antara guru dan orang tua selama ini kerap terbatas pada urusan rapat atau perkembangan akademik anak.
“Dari situlah muncul gagasan bahwa lomba ini bukan semata-mata mencari siapa yang menang, tetapi menjadi ruang untuk membangun kekompakan, komunikasi, dan rasa memiliki terhadap sekolah,” ujar Trijoko Winoto di sela kegiatan, Sabtu (15/08/2026).
Keterlibatan orang tua dan guru dalam satu arena ini juga memunculkan berbagai momen lucu yang mencairkan suasana. Trijoko menceritakan keseruan saat para guru harus mengikuti aba-aba PBB dengan penuh percaya diri meski sesekali salah langkah, hingga kepanikan peserta dalam lomba estafet air yang membuat seluruh lapangan dipenuhi gelak tawa.
“Justru momen-momen seperti itulah yang paling berkesan. Karena saat itu tidak ada lagi sekat antara guru dan orang tua. Semua sama-sama tertawa, saling menyemangati, dan menikmati permainan. Anak-anak juga senang sekali melihat guru dan orang tua mereka bisa bercanda dan kompak bersama,” tambahnya.
Di tengah gempuran era digital, pihak sekolah menilai pelestarian tradisi lomba 17-an secara langsung sangat krusial agar anak-anak tidak terisolasi oleh gawai. Lomba tradisional ini diyakini mampu melatih sportivitas, kerja sama, dan interaksi sosial secara nyata.
Melalui semarak kemerdekaan tahun ini, SDN 2 Wirun berharap dapat terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan masyarakat.
“Kita optimis semangat kebersamaan ini mampu mewujudkan generasi masa depan yang unggul melalui profil pelajar SDN 2 Wirun, yakni CERIA: Cerdas, Empati, Ramah, Indah dan Adaptif,” tutup Trijoko. (Jon).





