Bupati Purworejo Izinkan Guru WFH dan WFA Saat Libur Sekolah, Ini Alasannya

oleh
Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Kabar gembira bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di Kabupaten Purworejo. Pemerintah Kabupaten Purworejo resmi menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) bagi para guru selama masa libur sekolah.

Langkah berani ini diambil oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., sebagai strategi adaptasi digital sekaligus upaya nyata meningkatkan work-life balance para pendidik.

Menurut Bupati Yuli Hastuti, memaksakan guru hadir secara fisik ke sekolah saat murid sedang libur adalah hal yang kurang efisien.

“Jika guru tetap hadir secara fisik hanya untuk memenuhi presensi, hal tersebut kurang efisien. Melalui WFA/WFH, kita dapat menekan biaya operasional sekolah seperti listrik, air, dan kebutuhan rutin lainnya,” ungkap Yuli Hastuti, Kamis (02/07/2026).

Selain menghemat anggaran operasional sekolah, kebijakan ini diharapkan menjadi momen refreshing bagi guru agar bisa menyambut semester baru dengan energi dan semangat yang lebih tinggi.

Meski bekerja dari rumah atau dari mana saja, Bupati menegaskan bahwa hak istimewa ini tidak mengurangi kewajiban profesional guru.

Para pendidik tetap diwajibkan menyelesaikan berbagai tugas administratif dan peningkatan kompetensi, seperti menyusun rencana pembelajaran (RPP) untuk semester berikutnya, menyelesaikan laporan penilaian siswa dan evaluasi kurikulum, mengikuti pelatihan, seminar, atau workshop pengembangan diri dan tetap melayani keperluan administrasi masyarakat.

Untuk memastikan kebijakan ini tidak disalahgunakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pengawasan yang ketat.

“Kami siapkan sistem presensi serta kewajiban pelaporan berbasis output kinerja. Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tetap terjaga sesuai ketentuan kepegawaian,” tegas Yudhie.

Yudhie juga menjamin pelayanan publik di sekolah tidak akan lumpuh. Layanan krusial seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan tetap berjalan normal melalui sistem piket bergantian. Sistem piket ini sekaligus berfungsi untuk menjaga keamanan aset sekolah selama masa liburan.

Melalui inovasi ini, Pemkab Purworejo berharap dapat mengakselerasi pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pendidikan, sekaligus menciptakan sistem pemerintahan yang modern, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(Jon)