KORANJURI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tamansiswa ke-104, jajaran civitas akademika SMK TKM Teknik Purworejo menggelar serangkaian kegiatan bakti masyarakat.
Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah aksi donor darah massal yang sukses mengumpulkan puluhan kantong darah demi menjaga ketersediaan stok di Palang Merah Indonesia (PMI).
Ketua Panitia HUT Tamansiswa ke-104, Heri Budi Susanto, S.T., menyampaikan bahwa perayaan tahun ini berfokus pada penguatan hubungan kekeluargaan serta kontribusi nyata bagi warga sekitar sekolah di Plaosan.
Pada agenda bakti masyarakat yang dilaksanakan, seluruh warga sekolah, termasuk para siswa, guru, dan wali kelas, diterjunkan langsung untuk melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di wilayah Plaosan yang mencakup RW 14, RW 15, RW 16, dan RW 17.
“Kami ingin terus membangun dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat setempat. Kegiatan bakti sosial seperti ini rutin kami laksanakan dua kali dalam setahun, yakni saat ulang tahun Tamansiswa di bulan Juli dan ulang tahun SMK TKM Teknik Purworejo di bulan Januari,” ungkap Heri saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Selain aksi kebersihan lingkungan, antusiasme luar biasa juga terlihat pada agenda donor darah. Kegiatan kemanusiaan ini didukung penuh oleh personel dari Kodim, Polres Purworejo, perwakilan Bank Jateng, serta partisipasi aktif dari para siswa, guru, dan karyawan internal sekolah.
Berkat sinergi yang solid, jumlah kantong darah yang terkumpul melonjak tajam hingga mencapai 83 kantong, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 60 kantong.
“Target awal kami sebenarnya hanya 60 kantong darah, namun alhamdulillah kesadaran dan antusiasme peserta sangat tinggi hingga berhasil menembus 83 kantong. Pihak tim medis dari PMI bahkan sangat mengapresiasi pencapaian ini karena stok darah di lapangan sering kali mengalami kekurangan,” jelas Heri Budi Susanto.
Penanggung Jawab Kegiatan, Shokhibul Arif, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa disamping untuk membantu pemenuhan kebutuhan stok darah di PMI, kegiatan ini memiliki dimensi edukasi yang sangat mendasar bagi para peserta didik.
“Tujuan utama kami adalah melatih anak-anak agar memiliki rasa empati yang tinggi, semakin peduli terhadap lingkungan, dan tanggap terhadap sesama manusia. Kami menanamkan kesadaran sejak dini agar mereka tidak ragu berdonor dan selalu siap mengabdi di tengah masyarakat,” tegas Arif.
Kesuksesan perayaan HUT ke-104 ini juga berjalan selaras dengan tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di SMK TKM Teknik Purworejo.
Pada tahun ajaran baru ini, sekolah berhasil menjaring sekitar 500 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 396 siswa telah resmi melakukan daftar ulang dan akan ditampung ke dalam 11 rombongan belajar (kelas) yang tersedia untuk kelas 10.
Padatnya agenda penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan keterbatasan waktu ini pula yang membuat manajemen sekolah melakukan penyesuaian agenda. Berbeda dengan tahun lalu, ritual tirakatan dan tradisi tabur bunga ke makam pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta untuk sementara ditiadakan tahun ini agar konsentrasi pelayanan sekolah tetap optimal.
Sebagai gantinya, puncak acara peringatan HUT Tamansiswa ke-104 akan diisi dengan upacara bendera khidmat, dilanjutkan dengan lomba menghias tumpeng yang diikuti oleh ibu-ibu wanita Tamansiswa dan jajaran guru, kemudian diakhiri dengan acara potong tumpeng serta makan bersama masyarakat serta tokoh RT/RW setempat.
“Dengan kegiatan ini harapannya SMK TKM Teknik Purworejo bisa terus mempertahankan prestasinya, semakin eksis, membaur, dan tetap menjadi sekolah kejuruan pilihan utama bagi generasi muda di Kabupaten Purworejo dan sekitarnya,” pungkas Arif. (Jon)





